Home >  Berita >  Umum

Unjuk Rasa, Ratusan Warga Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Namun Akhirnya Dibubarkan

Unjuk Rasa, Ratusan Warga Dirikan Tenda di Halaman Kantor Bupati Aceh Tamiang, Namun Akhirnya Dibubarkan
Warga berorasi di halaman kantor Bupati Aceh Tamiang. (foto: waspada.co.id)
Kamis, 05 November 2015 09:13 WIB
KUALA SIMPANG - Ratusan warga dari empat desa di Kabupaten Aceh Tamiang menggelar aksi unjukrasa di halaman kantor Bupati setempat untuk mendesa Bupati agar segera menyelesaikan sengketa lahan milik masyarakat yang diserobot PT Rapala, Rabu (4/11/2015).Ratusan warga tersebut berasal dari Desa Paya Rahat, Desa Teungku Tinggi, Desa Tanjung Lipat I dan Tanjung Lipat II dan mereka dipimpin oleh koordinator M. Idris (45) dan Marsinem (48).

Massa juga membawa sejumlah poster yang isinya berbunyi “Tanah Kami diserobot, warga kami ditangkap, Bupati Jangan Buta”. “Bupati Menghindar Kami Menginap”. dan “Bupati jangan selingkuh dengan perusahaan”.

Dalam orasinya, Korlap aksi meminta kepada pihak kepolisian agar melakukan penyelidikan terhadap instansi yang terkait atas penerbitan surat HGU yang dimiliki oleh PT. Rapala saat ini.

Kemudian meminta kepada Bupati agar segera menyelesaikan sengketa lahan milik masyarakat dari empat desa tersebut yang diserobot PT. Rapala. Serta Meminta Bupati mengeluarkan surat penghentian aktivitas dilahan yang bersengketa.

“Kami juga Meminta kepada Bupati Aceh Tamiang untuk segera meninjau ulang HGU serta surat izin yang dimiliki oleh PT. Rapala,” teriak Korlap Aksi, Idris, dalam orasinya.

Seperti diberitakan Waspada Online, massa awalnya sempat mendirikan tenda di halaman kantor Bupati sebagai bentuk protes dan meminta agar Bupati menemui pengunjuk rasa. Namun, petugas Kepolisian berhasil membubarkan massa yang mendirikan tenda dengan tertib.

Dalam hal ini, Asisten I Pemda Aceh Tamiang, Helmi SE sempat menyampaikan kepada massa  bahwa Bupati sedang tidak berada ditempat. akan tetapi dirinya juga enggan membuat janji dengan para massa mengenai kapan bupati dapat menyempatkan waktu dalam hal membahas persoalan tersebut.***

Ads
Editor : Jamiluddin Iskandar
Sumber : waspada.co.id
Kategori : Umum, Aceh Tamiang
www www