Home >  Berita >  Hukrim

Diduga Mau Jual 7 Imigran Rohingya, Dua Pelaku Traficking Ditangkap Polisi di Langsa

Diduga Mau Jual 7 Imigran Rohingya, Dua Pelaku Traficking Ditangkap Polisi di Langsa
ilustrasi
Kamis, 05 November 2015 09:03 WIB
LANGSA - Kepolisian Resort (Polres) Langsa, Rabu (4/11), berhasil menggagalkan penyelundupan dan perdagangan manusia (trafficking) saat digelarnya operasi Razia Zebra 2015.

Kapolres Langsa AKBP Sunarya melalui Kasat Lanatas Iptu Cut Putri Amelia Sari mengatakan, pihaknya berhasil menangkap dua orang yang diduga pelaku traficking serta tujuh warga negara asing (WNA) asal Myanmar yang ditampung di posko Kuala Langsa.

Saat itu, kata Iptu Cut Putri Amelia, pihaknya menggelar razia di kawasan jalan lintas Medan-Banda Aceh, tepatnya di Desa Alue Merbau Kecamatan Langsa Timur sekira pukul 11.30 Wib. Dari arah Banda Aceh muncul satu unit mobil mini bus jenis Daihatsu Xenia warna putih dengan nomor polisi BK 1873 ZY.

“Petugas mencoba menghentikan laju mobil tersebut. Akan tetapi si pengemudi berusaha melarikan diri dan dengan sigap personil kita berhasil menghentikannya,” ujar Kasat Lantas.

Setelah mobil dihentikan, lanjut Kasat Lantas, petugas melakukan pemeriksaan dan ternyata dalam mobil tersebut ditemukan tujuh orang etnis Rohingya asal Myanmar yang selama ini ditampung di kamp pengungsian Kuala Langsa serta dua orang lain yang diduga pelaku traficking.

“Dalam mobil kita periksa dan menemukan dua bungkus narkoba jenis shabu serta korban traficking warga Rohingya asal Myanmar serta dua orang pelakunya,” jelas Iptu Cut Putri.

Kedua orang tersangka adalah pengemudi mobil atas nama Amir Mahmud Panjaitan (39) dan temannya, Ali Imran (35). Keduanya merupakan warga Tanjung Balai, Sumatera Utara.

Kemudian, para tersangka, korban dan satu unit mobil Daihatsu Xenia diamankan di Mapolres Langsa untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut.***

Ads
Editor : Jamiluddin Iskandar
Sumber : harianaceh.co.id
Kategori : Hukrim, Langsa
www www