Home > Berita > Umum

Ibu-ibu... Waspadalah! Ternyata di Aceh Makin Marak Beredar Kosmetik Ilegal dan Kadaluarsa

Ibu-ibu... Waspadalah! Ternyata di Aceh Makin Marak Beredar Kosmetik Ilegal dan Kadaluarsa
ilustrasi
Selasa, 03 November 2015 10:23 WIB
BANDA ACEH – Berhati-hatilah! Ternyata peredaran kosmetik illegal dan kadaluarsa di Aceh sudah mengkhawatirkan. Bahkan pada tahun 2015 ini terjadi peningkatan temuan peredaran kosmetik tak layak pakai.Kepala Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh, Samsuliani mengatakan, pada tahun 2015 ini temuan kosmetik illegal mengalami peningkatan dibanding tahun 2014. Sehingga kondisi ini mengkhawatirkan, karena kosmetik ini merugikan konsumen.

Tahun 2015 ini pihak BBPOM Aceh telah menyita kosmetik illegal dan kadaluarsa di seluruh Aceh dengan nilai ekomoni mencapai Rp 67.395.992. kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun 2014 hanya Rp 40.851.000.

“Peredaran kosmetik illegal tahun 2015 memang mengalami peningkatan dan ini mengkhawatirkan,” kata Samsuliani, Senin (2/11/2015) di kantornya.

Katanya, peredaran kosmetik, obat-obatan dan makanan selain membahayakan kesehatan masyarakat, juga bisa merusak kehiduapan sosial masyarakat dan perekonomian bangsa.

Oleh karena, pihak BBPOM terus melakukan pengawasan dan penindakan terhadap peredaran produk palsu atau yang membahayakan konsumen. Sehingga dia mengharapkan, kedepan tidak ada lagi barang palsu yang dikonsumsi oleh masyarakat.

Menurut Samsuliani, Banda Aceh menjadi kota yang terdapat peredaran kosmetik, makanan dan obat-obatan palsu. Yaitu BBPOM Aceh berhasil menyita dengan jumlah ekonomi periode Oktober 2015  Rp 6.431.300 ratusan merek obat dan alat kosmetik.

Lalu disusul Aceh Timur dengan nilai ekonomi Rp 5.620.000, Kota Langsa dengan nilai ekonomi Rp 4.150.500, Aceh Tengah nilai ekonomi Rp 1.776.500. kemudian ada sejumlah kabupaten/kota lainnya di seluruh Aceh.

“Pemberantasan obat dan kosmetik illegal ini sekarang kita tidak hanya fokus ditingkat hilir, kita juga akan merambah ke tingkat hulu. Ini untuk menekan ruang gerak pelaku yang tidak bertanggungjawab mengedarkannya,” tukasnya.

Samsuliani juga mengajak seluruh komponen masyarakat lintas sector untuk sama-sama melakukan pengawasan peredaran obat dan kosmetik yang berbahaya. ”Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan, maka segera melapor pada kami, terutama konsumen untuk berhati-hati memilih produk,” tutupnya.***

Ads
Editor:Jamiluddin Iskandar
Sumber:habadaily.com
Kategori:Umum, Aceh
wwwwww