Kapolres Baru Singkil Segera Tentukan Skema Penuntasan Konflik

Kapolres Baru Singkil Segera Tentukan Skema Penuntasan Konflik
Petugas medis memasang infus pada pasien Uyung (27), korban tembak pada konflik di Aceh Singkil, saat dirujuk di Rumah Sakit Umum Zainal Abidin, Banda Aceh, Rabu (14/10). Korban yang mengalami luka tembak pada dada dan bahu kanan itu terpaksa dirujuk dari
Kamis, 22 Oktober 2015 19:53 WIB

BENGKULU - Kepala Kepolisian Resor Aceh Singkil yang baru, AKBP M. Ridwan, menyatakan akan segera menentukan skema penyelesaian konflik di wilayah ini, terkait bentrok warga setempat yang terjadi pada Selasa, 13/10.

"Saya juga sudah berkoordinasi dengan Kapolres di kabupaten tetangga dari Aceh Singkil," kata dia.

M Ridwan segera memulai tugas penyelesaian konflik, segera setelah dilantik Kapolda Aceh. Ia menggantikan Kapolres Aceh Singkil, yakni AKBP Budi Samekto setelah dicopot oleh Kapolri Jenderal Badrodin Haiti.

Sebelumnya Ridwan menjabat sebagai Kelapa Detasemen A Pelopor Brimob Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Dia juga pernah menjabat sebagai Kabag Ops Polrestabes Makasar.

Ads
Seusai pelantikan, kapolres langsung akan mengumpulkan seluruh pihak terutama tokoh masyarakat Aceh Singkil, guna mengidentifikasi penyebab bentrok warga.

"Seluruh 'stake holder' akan kita kumpulkan untuk mencari solusi. Setelah identifikasi, kita akan tetapkan sejumlah target operasi," katanya.

Pada Selasa siang 13/10, terjadi bentrok antarwarga di Aceh Singkil yang menyebabkan satu orang tewas, bentrok dipicu persoalan perizinan gereja yang didesak warga untuk dibongkar karena tidak memiliki izin.

Sementara menurut Kapolri, Jenderal Badrodin Haiti, untuk AKBP Budi Samekto dicopot karena dinilai lalai sehingga sampai pecah bentrok.

"Waktu di awal sudah ditanyakan apa perlu dukungan? Dia jawab tidak. Padahal itu harus diperhitungkan dan menjadi tanggung jawab seorang pemimpin," kata Badrodin tentang Budi Samekto. ***

Editor : Hermanto Ansam
Sumber : sinarharapan.co
Kategori : GoNews Group, Aceh
www www