Diduga Dikeroyok Polisi Usai Kena Tilang, Zainal Tewas dengan Tubuh Lebam dan Bengkak, Kapolda Sebut karena Terjatuh

Diduga Dikeroyok Polisi Usai Kena Tilang, Zainal Tewas dengan Tubuh Lebam dan Bengkak, Kapolda Sebut karena Terjatuh
Ilustrasi jenazah. (dok)
Selasa, 10 September 2019 08:55 WIB
MATARAM - Empat anggota Satlantas Polres Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), diperiksa Propam Polda NTB, terkait kematian warga Paok Motong, Masbagik, Lombok Timur, Zainal Abidin (28).''Saat ini kami sedang periksa keempatnya (anggota polisi), kami sudah periksa semuanya sejak tiga hari yang lalu,'' kata Kapolda NTB Irjen Pol Nana Sudjana, di Mataram, Senin (9/9/2019), seperti dikutip dari liputan6.com.

Nana mengatakan, Zainal meninggal dunia bukan karena dikeroyok melainkan diduga karena terjatuh saat terlibat aksi perkelahian dengan anggota Satlantas yang sedang berjaga.

Awalnya, kata Nana, Zainal datang bersama keponakan untuk menanyakan sepeda motor miliknya yang ditilang. Zainal langsung menyerang polisi yang berjaga dan memukul polisi tersebut.

Ads
Melihat kejadian itu, beberapa anggota polisi mencoba melerai, tetapi akhirnya Zainal terpental dan kepalanya mengenai pot.

''Anggota Satlantas kemudian membawa Zainal ke Reskrim untuk diperiksa. Namun, saat diperiksa, Zainal pingsan, kemudian sadar dan pingsan lagi,'' kata Nana.

Setelah itu, Zainal dirujuk ke Rumah Sakit, dan Zainal dinyatakan meninggal dunia. Setelah digali informasi, ternyata Zainal mengalami gangguan kejiwaan.

''Dari hasil pemeriksaan dokter, almarhum mengalami gangguan kejiwaan, dan pernah berobat ke rumah sakit Mutiara Sukma, Mataram,'' kata Nana.

Polisi kemudian memberikan uang tali asih kepada pihak keluarga Zainal sebanyak Rp30 juta dan pihak keluarga menandatangani surat perjanjian damai.

Dikeroyok Polisi

Namun penjelasan versi kepolisian terkait penyebab kematian Zainal berbeda dengan penjelasan paman korban, H.

H mengatakan, setelah Zainal dirawat di Rumah Sakit Selong, I, keponakan Zainal memberitahukan kepada H bahwa Zainal dipukul di Kantor Satlantas, kemudian digiring ke Reskrim Polres Lombok Timur.

''Saya dikasih tahu oleh I kronologisnya. Jadi, Zainal Abidin ditilang polisi. Zainal kemudian balik ke rumah untuk meminta bantuan I agar memboncengnya ke kantor polisi mengambil motor,'' H menceritakan.

''Saat di sana (Kantor Satlantas) terjadi keributan antara korban dengan seorang polisi bernama NH akibat kesalahpahaman saat korban mencari motornya dengan suara keras, yang membuat polisi dan Zainal terlibat baku hantam,'' sambung H.

Beberapa saat kemudian datang polisi lalu lintas lainnya yang juga turut memukul korban. Bahkan, korban dibawa ke ruang penyidik Polres Lombok Timur untuk diproses hukum akibat aksi kekerasannya kepada aparat.

''Tetapi sampai di ruang penyidik Reskrim, begitu tahu kasusnya adalah memukul polisi, banyak polisi yang ikut mengeroyok dia,'' ujar H.

Korban kemudian kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Beberapa saat kemudian korban dinyatakan meninggal dunia dengan banyak luka memar di bagian wajah dan badan.

''Saya ikut memandikan jenazah almarhum, banyak sekali luka. Lebam di mata kanan, di telinga bengkak, sampai kakinya biru, kayaknya ditendang,'' kata H. ***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww