Istri Tukang Bakso yang Dijual Layani Threesome Ternyata Tengah Hamil 4 Bulan

Istri Tukang Bakso yang Dijual Layani Threesome Ternyata Tengah Hamil 4 Bulan
Ilustrasi. (dok)
Rabu, 14 Agustus 2019 19:40 WIB
SURABAYA - DTS, warga Kediri, ditangkap polisi karena menjual istrinya untuk layanan seks threesome. Pria penjual bakso itu mengaku terpaksa menjual istrinya ke pria hidung belang karena butuh uang untuk biaya persalinan sang istri.Dikutip dari merdeka.com, pengakuan DTS, saat ini sang istri tengah hamil 4 bulan. Ia mengaku bingung mendapatkan biaya untuk persiapan melahirkan, lantaran hasil dari berjualan bakso tidak bisa diandalkan.

''Buat kebutuhan sehari-hari. Bayar sekolah anak juga. Ini istri saya juga lagi hamil. Kepepet, Pak,'' ujarnya, Rabu (14/8).

Selain untuk kebutuhan persiapan melahirkan, ia mengaku juga sedang terhimpit masalah utang. Akibat persoalan yang bertubi-tubi itulah, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi.

Ads
''Enggak tahu mau gimana lagi,'' dalih pria lulusan SMP tersebut.

Namun pengakuan tersangka ini terbantahkan oleh penyelidikan polisi. Tersangka diketahui sudah pernah melakukan praktik haram tersebut sebanyak tiga kali. Dua kali sebelumnya dilakukan di rumahnya di Kediri. Sedangkan satunya lagi di sebuah hotel di Surabaya.

Sebelumnya, Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni mengatakan, pelaku ditangkap saat akan melayani tamunya di kamar sebuah hotel di Surabaya.

Ketika digerebek, polisi menemukan barang bukti uang Rp500 ribu dan handphone yang digunakan untuk transaksi.

''Kami gerebek pelaku setelah mendapatkan informasi jika ada praktik prostitusi online threesome di sebuah hotel di kawasan Surabaya tengah. Setelah kami selidiki, ternyata benar,'' kata Ruth.

Ia menjelaskan, dalam praktik haramnya tersebut, tersangka memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook. Sekali kencan, tarifnya Rp2 juta.

''Jadi tersangka ini mencari pelanggan dengan cara mem-posting status dan juga foto di sebuah grub Facebook 'Pasutri Bahagia', juga disertakan nomor telepon,'' jelas Ruth.

Setelah mendapat pelanggan, tersangka DTS melanjutkan komunikasi melalui Whatsapp. Kemudian menentukan tempat dan langsung eksekusi. Tapi sebelum itu, si tamu harus membayar uang muka Rp200 ribu.

Setelah uang itu ditransfer, tersangka dan istrinya menuju ke sebuah hotel di Surabaya. Namun, baru saja hendak melayani tamu, mereka digerebek polisi.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww