Pasca Pembantaian oleh KKB, TNI dan Polri Dilibatkan Bangun Jembatan di Papua

Pasca Pembantaian oleh KKB, TNI dan Polri Dilibatkan Bangun Jembatan di Papua
Evakuasi jenazah korban penembakan anggota KKB. (tribunnews.com)
Sabtu, 08 Desember 2018 10:26 WIB
JAKARTA - Pemerintah memastikan pengerjaan proyek pembangunan jembatan di Nduga, Papua, tetap dilanjutkan pasca pembantaian terhadap belasan pekerja yang dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).Dikutip dari merdeka.com, pengerjaan proyek tersebut selanjutnya akan melibatkan personel Polri dan prajurit TNI. Aparat TNI tak hanya dilibatkan dalam pengamanan, tapi juga membantu pengerjaan proyek.

''Jadi ada perbaikan, akan ada pendampingan dalam hal. Pertama, aparat keamanan ikut kerja sebagai tukang. Yang dari TNI, khususnya pasukan Zipur karena memang keahliannya memang itu, kedua, aparat keamanan juga akan ada pos-pos pengamanan ditambah di titik-titik para tukang itu bekerja,'' kata Aloysius usai memantau proses kedatangan jenazah para korban di Lanud Sultan Hasanuddin, Jumat (8/12) malam.

Saat ini, kata dia, ada 35 proyek jembatan di Papua. Sebanyak 21 jembatan dikerjakan kontraktor PT Brantas Abipraya. Sedangkan 14 jembatan lainnya oleh PT Istaka Karya. Sesuai kontrak dengan Kementerian PUPR, proyek-proyek tersebut akan selesai Desember 2019 mendatang.

Ads
''Mulai minggu depan proyek ini dilanjutkan tetapi pola kerjanya akan lebih diimprove lagi di mana ada pendampingan langsung dari TNI dan Polri, bersama PT Istaka Karya maupun kontraktor lainnya untuk melanjutkan proyek itu bersama-sama,'' ujar Aloysius.

Sebenarnya, kata dia, pada tahapan pembukaan lahan memang banyak dibantu Zipur, namun saat pengerjaan dilanjutkan oleh PT Istaka Karya. Namun pascakejadian penembakan, pasukan Zipur akan ikut bersama dalam pembangunan tersebut.

Sementara ini, kata Aloysius lagi, sedang dihitung berapa jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan sampai akhir bulan ini dan tahun depan dengan anggaran baru.

''Akan dihitung alokasi tenaga dari Zipur ke masing-masing proyek,'' tutupnya.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww