Terdakwa Kasus Pembunuhan, WNI Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia

Terdakwa Kasus Pembunuhan, WNI Lolos dari Hukuman Mati di Malaysia
Mattari (kii). (tibunnews)
Sabtu, 03 November 2018 11:36 WIB
KUALA LUMPUR - Seorang warga negara Indonesia (WNI) asal Sampang, Madura, Jawa Timur, Mattari, lolos dari hukuman mati di Malaysia. Mahkamah Tinggi Shah Alam, Malaysia, membebaskan terdakwa kasus pembunuhan terhadap seorang warga Bangladesh itu.''Alhamdulillah, saya bisa bebas. Terima kasih pemerintah yang sudah perjuangkan keadilan buat saya. Terima kasih,'' ujar Mattari dengan mata berkaca-kaca saat tiba di KBRI Kuala Lumpur, Sabtu (3/11/2018), seperti dikutip dari liputan6.com. 

Dalam keterangan tertulis dari Direktorat Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri, Mattari akhirnya divonis bebas oleh hakim setelah pengacara KBRI Kuala Lumpur dari kantor pengacara Gooi & Azzura, memohon agar hakim memutuskan dismissed amount to acquittal, lantaran saksi dan bukti yang diajukan jaksa penuntut umum dipandang sangat lemah.

Dilansir liputan6 dari Antara, Mattari yang bekerja sebagai pekerja konstruksi, ditangkap pada 14 Desember 2016 di Kuala Lagat Selangor atas tuduhan membunuh warga Bangladesh. Polisi yang menyidik kasus tersebut menduga bahwa pembunuhan dilakukan karena cemburu kepada istrinya.

Ads
Dengan dugaan tersebut, Mattari dituntut dengan Seksyen 302 Kanun Keseksaan dengan ancaman hukuman gantung sampai hukuman mati.

Setelah menjalani sekitar enam kali persidangan selama hampir dua tahun, pada 2 November 2018 hakim akhirnya memutuskan Mattari dibebaskan dari tuntutan hukuman mati dan pada hari yang sama dibebaskan dari penahanan.

Setelah resmi dibebaskan, Mattari langsung dibawa ke KBRI oleh Tim Perlindungan WNI KBRI Kuala Lumpur. Mattari belum memutuskan apakah akan tetap tinggal di Malaysia atau kembali ke Indonesia setelah vonis bebas tersebut.

Pada periode 2011-2018, terdapat 437 WNI terancam hukuman mati di seluruh Malaysia. Dari jumlah tersebut 301 WNI berhasil dibebaskan, 18 orang diantaranya dibebaskan pada tahun 2018. Saat ini masih terdapat 136 WNI berstatus terancam hukuman mati di seluruh Malaysia.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww