Siswa SMP Tewas Ditembak Saat Gagalkan Aksi Perampokan

Siswa SMP Tewas Ditembak Saat Gagalkan Aksi Perampokan
Jenazah Satria, siswa SMP yang tewas ditembak perampok di OKU. (tribunnews)
Sabtu, 13 Oktober 2018 11:20 WIB
BATURAJA - Aksi heroik yang dilakukan Satria Bin M Yunus (15), siswa kelas III SMP di Lorong Ogan, Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, berujung tragis. Remaja tersebut kehilangan nyawanya karena ditembak saat menggagalkan aksi perampokan.

Dikutip dari tribun video, peristiwa perampokan tersebut terjadi di Lorong Ogan, Jumat (12/10/2018) dini hari, pukul 03.00 WIB. Kapolres OKU melalui Kasat Reskrim AKP Alex Adriyan, mengatakan, pihak kepolisian sedang memburu pelaku.

Peristiwa ini bermula ketika enam orang kawanan perampok menggunakan tiga sepeda motor datang ke Desa Lorong Ogan. Mereka bermaksud mencuri sepeda motor milik Aslim, yakni Yamaha Vixion warna hitam BG 2815 FAI.

Namun warga memergokinya saat para pelaku akan membawa kabur motor tersbut.Pelaku kesulitan menghidupkan msin sepeda motor, lalu meninggalkannya.

Ads
Lantaran aksinya kepergok warga, mereka mengacungkan senjata api sambil berusaha kabur dan memerintahkan warga untuk tiarap.

Warga yang melihat pelaku mengacungkan senjata api lantas ketakutan dan langsung tiarap, sambil berteriak ''maling''.

Korban yang mendengar teriakan ''maling'', kemudian berinisiatif untuk membantu menangkap pelaku.

Pelaku yang mengendarai motor pertama lolos, saat pengendara kedua akan lewat, korban langsung mengangkat kursi dan akan memukul pelaku.

Namun naas, pelaku dengan motor ketiga (paling belakang) menembakkan senjata api ke arah kepala korban.

Korban tersungkur dan menghembuskan nafas terakhir di depan Langgar Ogan Kertapati. Sedagkan para pelaku langsung kabur mengarah ke Jembatan Ogan 1.

Warga kemudian segera menghubungi polisi. Petugas piket Intel dan SPKT Polres OKU langsung menuju TKP untuk melakukan evakuasi korban dan membawanya ke UGD RSUD dr Noesmir Baturaja.

Polisi juga memberikan pengertian kepada orangtua korban tentang pentingnya proses autopsi untuk mengeluarkan peluru yang bersarang di kepala Satria. Akhirnya orangtua korban, yakni Muhammad Yunus dan Susi mengizinkan petugas untuk melakukan autopsi terhadap jenazah Satria.***
Editor:hasan b
Sumber:tribunvideo.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww