Tiga Pasukan Elit Khusus TNI Akan Dilibatkan Berantas Teroris, Berikut Profilnya

Tiga Pasukan Elit Khusus TNI Akan Dilibatkan Berantas Teroris, Berikut Profilnya
Pasukan TNI. (okezone.com)
Kamis, 17 Mei 2018 13:18 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menyetujui mengaktifkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk memberantas teroris.Dikutip dari okezone.com, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengatakan, Koopssusgab nantinya berada di bawah kendali Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. ''Tugasnya seperti apa, akan dikomunikasikan antara Kapolri dengan Panglima TNI,'' katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.

Koopssusgab dibentuk Moeldoko saat dirinya masih menjabat Panglima TNI. Koopssusgab pertama kali diresmikan pada 9 Juni 2015. Koopssusgab sempat dibekukan dan kini mau dihidupkan lagi menyusul maraknya aksi teror.

loading...
Meski ditentang sebagian kalangan, pemerintah menyatakan setuju TNI dilibatkan dalam memberantas terorisme sebagaimana tertuang Revisi Undang-Undang (RUU) Terorisme. TNI sendiri memiliki unit-unit khusus antiteror disetiap matranya.

Sebelumnya mantan Kepala Badan Intelijen Strategis Laksamana Muda (Purn) Soleman B Ponto mengatakan, pemberantasan terorisme merupakan salah satu tugas pokok TNI, karena terorisme bisa mengancam kedaulatan negara.

''Hal itu juga sudah diatur UU TNI Pasal 7 (2) tentang tugas pokok TNI yang salah satunya mengatasi aksi terorisme,'' ujarnya.

Dalam institusi TNI setiap angkatan memiliki satuan khusus antiteror. Misalnya Angkatan Darat (AD) ada Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor-81), Angkatan Udara ada Detasemen Bravo (Denbravo) 90, dan di Angkatan Laut ada Detasemen Jala Mangkara (Denjaka). Ketiga satuan itu akan dimasukkan dalam Koopssusgab.

Berikut profil ketiga pasukan elite khusus antiteror TNI tersebut:

Denjaka

Datasemen Jala Mangkara (Denjaka) adalah datasemen khusus TNI Angkatan Laut (AL) yang personelnya gabungan dari pasukan elit terbaik Komando Pasukan Katak (Kopaska) dan Intai Amfibi Korps Marinir.

Denjaka dipercaya sebagai salah satu pasukan elit terkuat di dunia. Kemampuan seorang personel Denjaka setara dengan 100 lebih TNI biasa.

Seleksi untuk jadi prajurit Denjaka sangat ketat, selain harus punya fisik dan mental yang kuat, juga wajib ber-IQ tinggi.

Pendidikannya pun sangat keras, seperti dilempar ke laut dalam keadaan tangan dan kaki terikat, harus bertahan sendiri di hutan berhari-hari dengan tanpa bekal, bahkan terjun dari ketinggian yang sulit dideteksi musuh.

Mereka bisa diterjunkan di mana saja dalam kondisi apapun dan memiliki kemampuan operasi intelijen. Tugas pokok Denjaka adalah menangani sabotase, teror dan juga klandestin, sebuah operasi intelijen rahasia.

Walau fokus utamanya menangani teror aspek laut, Denjaka juga lihai beroperasi di udara dan juga daratan. Prajurit Denjaka juga sering diminta mengamankan presiden.

Satgultor-81

Satuan penanggulangan teror (Satgultor) dihuni prajurit-prajurit TNI Angkatan Darat (AD) terbaik dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus).

Jumlahnya tak dipublikasi, tapi diyakini mereka adalah pasukan silumannya Kopassus yang pergerakannya sangat mematikan dan punya kemampuan intelijen tinggi. Seleksinya sangat ketat, syarat IQ harus di atas rata-rata 110.

Mereka ditempa sangat keras sehingga memiliki kemampuan tinggi, mulai dari tembak jitu, terjun bebas, menjinak bahan peledak. Satgultor ahli dalam bertempur dalam kota, tapi juga bisa menyerang di bawah air, udara dan darat.

Denbravo-90

Denbravo 90 merupakan satuan pelaksanaan operasi khusus milik TNI Angkatan Udara (AU) yang personelnya terdiri dari prajurit-prajurit terbaik dari Komando Pasukan Khas (Kopaskhas).

Untuk menjadi prajurit Denbravo harus melewati pendidikan yang super keras. Seleksinya juga wajib ber IQ tinggi, di samping memiliki fisik dan mental kuat. Seperti halnya Denjaka dan Satgultor, latihan Denbravo juga menggunakan peluru tajam.

Pasukan Denbravo bisa menguasai tiga matra yakni udara, darat, hingga laut. Denbravo Paskhas bertugas melaksanakan operasi intelijen, melumpuhkan alutsista atau instalasi musuh dalam mendukung operasi udara dan penindakan teror bajak udara serta operasi lain sesuai kebijakan Panglima TNI.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww