Korban Serangan Ransonware Capai 200 Ribu di 150 Negara

Korban Serangan Ransonware Capai 200 Ribu di 150 Negara
Serangan cyber malware Ransomware terjadi di 150 negara dengan korban mencapai 200 ribu. Foto/Istimewa
Senin, 15 Mei 2017 16:26 WIB
LONDON - Serangan cyber global yang terjadi pada hari Jumat lalu telah mempengaruhi lebih dari 200 ribu korban di 150 negara dan wilayah. Demikian yang dikatakan kepala Europol Rob Wainwright.

"Banyak dari korban tersebut adalah perusahaan, termasuk perusahaan besar. Serangan cyber dengan jangkauan global belum pernah terjadi sebelumnya," katanya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (15/5/2017).

Wainwright mengatakan bahwa ia khawatir  jumlah korban yang terkena dampak serangan cyber global ransomware akan terus meningkat saat orang kembali bekerja pada hari Senin pagi.

"Kami menghadapi ancaman yang meningkat, jumlahnya meningkat," katanya, seraya menambahkan bahwa serangan saat ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Wainwright mengatakan bahwa dunia menghadapi ancaman yang meningkat, dan ada kekhawatiran tentang tingkat potensi serangan pada Senin pagi.

Wainwright memperingatkan sektor kesehatan di banyak negara sangat rentan. Namun semua organisasi harus memastikan mereka memprioritaskan keamanan maya dan memperbarui sistem mereka.

Serangan cyber membuat virus mengambil alih file pengguna untuk kemudian menuntut pembayaran. Rusia dan Inggris termasuk di antara negara-negara yang terkena dampak paling parah. Komite darurat resmi Inggris, yang dikenal sebagai Cobra, bertemu di London Sabtu sore untuk membahas serangan cyber yang telah menyebabkan gangguan yang meluas ke National Health Service (NHS) negara tersebut.

Sekitar 45 organisasi NHS di Inggris dan Skotlandia, termasuk rumah sakit, operasi dokter keluarga, dan layanan kesehatan, terkena serangan cyber yang mencegah dokter, perawat dan staf mengakses informasi pasien yang vital.

Namun, Wainwright mengatakan bahwa Europol bekerja atas dasar bahwa serangan cyber dilakukan oleh penjahat dan bukan teroris. Kendati begitu, ia mencatat bahwa sejumlah pembayaran telah dilakukan sejauh ini dimana jumlahnya sangat sedikit.

"Kebanyakan orang tidak membayar ini, jadi sekarang tidak banyak uang ditujukan untuk organisasi kriminal sejauh ini," katanya. 
Editor:Kamal Usandi
Sumber:sindonews.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww