Hati-hati, Terlalu Keras Mengayun Bayi Bisa Sebabkan Kelumpuhan Otak

Hati-hati, Terlalu Keras Mengayun Bayi Bisa Sebabkan Kelumpuhan Otak
Ilustrasi
Jum'at, 12 Mei 2017 16:10 WIB

Setiap ibu tentu ingin segera menenangkan bayinya yang menangis dan rewel tanpa henti. Cara apa yang biasa Anda lakukan?

Jika menggendong sambil mengayun atau mengguncang bayi sering dilakukan, sebaiknya hentikan mulai sekarang. Sebab cara ini dapat berisiko bayi mengalami shake baby syndrome.

Apa itu?

Istilah untuk menyebut cedera pada kepala bayi ini berdampak sangat serius.

Ads
Sindrom ini dapat terjadi karena para orangtua atau pengasuh mengayun atau mengguncang bayi terlalu keras. Cedera itu timbul karena jaringan otak dan otot leher bayi masih lunak. Pembuluh darah mereka juga masih sangat halus.

Kebayang, kan, apa dampaknya jika tanpa sadar ayunan atau guncangan keras itu membuat otak mengalami memar, perdarahan atau pembengkakan?

Bahkan, guncangan yang terlalu keras dapat mengakibatkan bayi mengalami patah tulang, kerusakan mata, patah tulang belakang serta leher.

Guncangan yang keras, walaupun terjadi hanya beberapa detik saja, dapat mengakibatkan kerusakan otak bayi.

Bahkan banyak bayi yang meninggal akibat mengalami sindrom ini.

Bayi yang selamat dari sindrom ini, kemungkinan besar mengalami beberapa kondisi yang mengganggu kesehatan mereka selama hidupnya seperti:

Mengalami kebutaan

Kehilangan kemampuan mendengar

Perkembangan otak menjadi lambat, mengalami gangguan belajar dan perilaku

Keterbelakangan mental

Kejang-kejang

Celebral palsy atau kelumpuhan otak

Shaken baby syndrome rentan terjadi pada anak berusia dibawah 2 tahun. Meskipun hal ini juga bisa terjadi hingga usia 5 tahun.

Namun, pada kebanyakan kasus yang terjadi, sindrom ini dialami oleh bayi yang berusia 6 sampai 8 minggu, ketika bayi menangis dan rewel sangat sering.

Untuk mengetahui apakah bayi Anda mengalaminya, ketahui tanda-tanda berikut:

Susah untuk bangun

Mengalami tremor di seluruh badan

Susah bernapas

Muntah

Nafsu makan menurun

Kejang-kejang

Koma

Jadi, bagaimana cara yang benar untuk menenangkan bayi?

Tetaplah perlakukan bayi dengan lembut. Tidak masalah menggendong, mengayun, dan bermain dengan si bayi asalkan dilakukan perlahan.

Lain halnya jika orangtua atau pengasuh sedang  daam kondisi emosi tinggi, stress, tertekan, dan depresi sebaiknya serahkan penanganan bayi yang rewel atau menangis pada anggota keluarga yang lain di rumah.

HelloSehat

Editor:Yuyun
Sumber:nova.grid.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww