Banyak Pengungsi Rohingya Nikah di Bawah Umur

Banyak Pengungsi Rohingya Nikah di Bawah Umur
Ilustrasi
Sabtu, 06 Mei 2017 10:00 WIB

Lebih dari 50 persen pengungsi perempuan Rohingya menikah di bawah umur. Data dari survei PBB, para pengungsi anak perempuan itu juga menjadi korban kekerasan rumah tangga.

Survei UNHCR ini menemukan 80% menikah di bawah usia 18 tahun dengan rata-rata melahirkan anak pertama pada usia 18 tahun. Selain itu satu dari tiga perempuan mengalami kekerasan rumah tangga. “Kami memberi masukan kepada mereka tentang pilihan-pilihan yang ada, dan jika setuju, akan dirujuk ke mitra kami atau ke pusat penampungan bagi kaum perempuan rentan,” jelas juru bicara UNHCR Asia, Vivian Tan, kepada kantor berita Reuters.

Laporan UNHCR 2016 tentang Pergerakan Campuran di Asia Tenggara didasarkan pada survei tahun lalu. Sejumlah pengungsi perempuan dewasa dan anak perempuan Rohingya di Indonesia, Malaysia, dan India menjadi informan. Dari total yang disurvei, hanya 7 persen yang memiliki pendapatan sendiri walau sekitar dua pertiga ingin punya pendapatan. Diprediksi terdapat sekitar 8.000 perempuan berusia 14 hingga 34 tahun di ketiga negara tempat survei.

loading...
Para pegiat khawatir terjadi peningkatan para pengungsi perempuan -dewasa maupun anak- yang rentan atas penyelundupan manusia, eksploitasi seksual, maupun pernikahan di bawah umur. Sejak 2012 lalu, sekitar 168.000 warga Muslim Rohingya -termasuk anak perempuan- melarikan diri ke negara tetangga Bangladsesh maupun negara-negara Asia lainnya.

Nasib warga Muslim Rohingya menjadi keprihatinan internasional dalam beberapa bulan belakangan karena aparat keamanan Myanmar dituduh melakukan pembunuhan massal dan pemerkosaan dalam upaya menghadapi kelompok militan Rohingya.

Dunia internasional mengecam pemerintah Myanmar yang dianggap menjatuhkan hukuman secara merata dan bukan hanya pada kelompok yang diduga menyerang beberapa pos polisi pada akhir tahun lalu. Militer Burma membantah tuduhan tersebut. Warga Muslim Rohingya tidak diakui sebagai warga negara Myanmar.

Editor:Yuyun
Sumber:majalahkartini.co.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww