Teknologi Pengenal Wajah akan Dipasang di Final Liga Champion 2017

Teknologi Pengenal Wajah akan Dipasang di Final Liga Champion 2017
Principality Stadium [walesonline.co.uk]
Minggu, 30 April 2017 20:31 WIB

LONDON - Kepolisian Wales, Inggris berencana menggunakan teknologi pengenal wajah pada final Liga Champion di Cardiff pada 3 Juni 2017. Polisi akan memindai wajah penonton atau penggemar yang datang di Principality Stadium dan stasiun besar kereta api Cardiff.

Kepolisian pun bisa mencocokan sekitar 500,000 foto yang tersimpan di server kepolisian setempat. Kepolisian South Wales mengonfirmasi penggunaan teknologi itu terbilang unik dan baru pertama kalinya.

Sekitar 70,000 penggemar sepak bola akan memenuhi stadion dan pemerintah kota harus mempersiapkan diri karena ada sekitar 100,000 orang yang mengunjungi Cardiff dalam sehari.

Rencananya, alat pengenal wajah itu akan dipasang di sekitar Principality Stadium and stasiun besar kereta api Cardiff pada hari final Liga Champion (UCL). Meskipun, media lokal BBC paham kepolisian setempat akan memasang alat itu di beberapa lokasi.

Ads
Nilai kontrak pengadaan alat pemindai wajah itu senilai £177,000 atau sekitar Rp3 miliaran dan Kepolisian South Wales telah mendapatkan kucuran dana itu dari Home Office.

“Final UCL di Cardiff akan memberikan kami kesempatan unik untuk menguji coba konsep teknologi ini di dalam kehidupan sehari-sehari sekaligus membuktikan manfaat teknologi ini untuk kepolisian,” kata Kepolisian setempat seperti dikutip BBC.

Pada 2015, Polisi di Leicestershire juga menggunakan alat pengenal wajah untuk pengunjung yang datang ke festival musik Download. Hal itu mendapatkan penolakan dari advokasi swasta.

“Rencana pemasangan teknologi pengenal wajah pada final UCL sangat mengkhawatirkan karena tidak hanya di sekitar stadion tetapi juga stasiun dan pusat kota,” kata Paul Bernal (Dosen University of East Anglia).

Bernal pun mempertanyakan apa yang akan polisi lakukan terhadap kumpulan data foto yang terkumpul setelah pertandingan final UCL tersebut.

“Sangat mengkhawatirkan. Jika kita pindah ke situasi dimana setiap data biometri telah tersimpan. Kita membutuhkan pengawasan terhadap data-data tersebut,” pungkasnya.

Editor:TAM
Sumber:infokomputer.grid.id
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww