Miris, Jasad Bayi Ini Dibawa dengan Tas karena Sewa Ambulans Mahal

Miris, Jasad Bayi Ini Dibawa dengan Tas karena Sewa Ambulans Mahal
Ilustrasi
Sabtu, 15 April 2017 22:03 WIB

BENGKULU - ASPAN Ekwandi, 39, warga Desa Sinar Bulan, Kecamatan Lungkang Kule, Kabupaten Kaur, Bengkulu, terpaksa membungkus jasad bayinya dengan menggunakan tas akibat biaya sewa ambulans yang mahal pada Jumat (7/4/2017) lalu.

Aspan tidak sanggup membayar uang sewa dan jasa mobil ambulans untuk membawa jasad bayinya yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus milik Pemerintah Provinsi Bengkulu.

Peristiwa berawal saat istri Aspen yaitu Sri Sulismi, 37, datang ke RSUD Kabupaten Kaur, hendak melahirkan secara bedah cesar. Sri akan melahirkan putri keempatnya yang disebut tim dokter mengalami kelainan di bagian kepala.

Setelah melahirkan, bayi putri Aspen dan Sri pun langsung dirujuk ke RSUD M Yunus untuk mendapatkan perawatan intensif, sedangkan sang ibu masih terbaring di RSUD Kaur, setelah menjalani operasi cesar pada Rabu (5/4) lalu.

Ads
Selama mendapatkan perawatan satu hari di RSUD M Yunus, putri Aspen meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya pada Jumat (7/4).

Jasad bayi malang tersebut rencananya dibawa pulang ke rumah duka di Desa Sinar Bulan. Namun, lantaran biaya sewa mobil ambulans cukup mahal yang mencapai Rp3,2 juta, Aspen dan keluarga menyatakan tidak sanggup.

Aspen mengaku bahwa untuk membawa jasad bayinya itu, ia tidak punya uang untuk menyewa ambulans. Ia pun nekat membawa jasad bayinya dengan menggunakan tas pakaian hingga ke Kabupaten Bengkulu Selatan menggunakan mobil travel sebelum ke Kabupaten Kaur.

"Sewa ambulans dari RSUD M Yunus ke Kabupaten Kaur mencapai Rp3,2 juta sehingga tidak punya uang dan terpaksa dimasukkan ke dalam tas," katanya.

Sewa ambulans, lanjut dia, rencananya dari RSUD ke Kabupaten Bengkulu Selatan, untuk menjemput istri terlebih dahulu di RSUD setempat dan baru menuju Kabupaten Kaur.

Asisten Pratama Ombudsman RI Kantor Perwakilan Bengkulu, Irsan Hidayat, di Bengkulu, mengatakan, peristiwa tersebut berawal dari adanya laporan warga tentang pelayanan RSUD M Yunus dan mahalnya sewa ambulans di rumah sakit milik pemerintah provinsi setempat.

Editor:TAM
Sumber:mediaindonesia.com
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww