Dokter Bingung, Bayi di India Usia 8 Bulan Beratnya 19 Kg

Dokter Bingung, Bayi di India Usia 8 Bulan Beratnya 19 Kg
Chahat Kumar [The Sun]
Jum'at, 14 April 2017 22:53 WIB

PUNJAB - Chahat Kumar, seorang bayi perempuan berusia delapan bulan di Punjab, India, telah menarik perhatian dunia. Terutama di bidang kesehatan.

Chahat lahir normal seperti bayi biasanya. Namun empat bulan kemudian, Chahat bukan lagi bayi biasa. Beratnya bertambah tidak normal. Gemuk, gemuk dan terus gemuk. Di usianya delapan bulan kini, Chahat memiliki berat 3 stone atau sekitar 19 kilogram (1 stone setara 6,35 kg).

Tim dokter yang menangani Chahat kini mengaku bingung dengan kondisi Chahat. Mereka belum bisa mengidentifikasi kelainan dalam tubuh Chahat. Orang tua Chahat membawa anaknya ini ke dokter untuk mencari tahu apa yang telah menimpa anaknya.

Namun staf medis kesulitan mengambil sampel darah karena kadar lemak dan kulit Chahat lebih keras daripada anak-anak lain.

Ads
Orang tua Chahat mengaku tidak tahu apa yang telah menyebabkan nafsu makan putrinya begitu luar biasa. Dia makan seolah-olah dia jauh lebih tua. "Ketika Chahat lahir, dia normal. Lau perlahan kami melihat berat badannya tidak normal," kata ayahnya Suraj Kumar (23)

Berat badannya meningkat dari hari ke hari. "Sebelum Chahat, kami memiliki seorang putra yang meninggal, dan kemudian Chahat lahir. Saya prihatin tentang kesehatannya. Dia tidak makan seperti anak normal. Dia terus makan sepanjang waktu. Jika kami tidak memberikan apa-apa untuk makan, dia mulai menangis," imbuh ibunya, Reena (21).

Kondisi Chahat mempengaruhi aktivitasnya. Dia kesulitan untuk tidur. "Ini bukan kesalahan. Tuhan memberikan kondisi ini padanya. Namun terkadang saya sedih ketika beberapa orang menertawakan dia yang terlalu gemuk," kata Suraj.

Salah seorang dokter yang menangani, Vasudev Sharma mengatakan, mereka telah mencoba berkali-kali melakukan tes darah tetapi selalu gagal. "Kulitnya begitu keras. Kami merekomendasikan kepada keluarga untuk mencari seorang spesialis pediatrik di Amritsar, namun sayang mereka tidak mampu," katanya

Editor:TAM
Sumber:JPNN
Kategori:SerbaSerbi
wwwwww