Home >  Artikel >  Ragam

Ada Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Lokasi Batu Besar Dikeramatkan, Begini Penampakannya

Ada Masjid Megah di Tengah Kebun Kopi di Lokasi Batu Besar Dikeramatkan, Begini Penampakannya
Masjid megah di tengah kebun kopi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Goa. (sindonews)
Senin, 25 November 2019 11:29 WIB
SUNGGUMINASA - Seorang pengusaha asal Bugis membangun masjid sangat megah di tengah kebun kopi di Dusun Langkoa, Desa Bontoloe, Kecamatan Bontolempangan, Kabupaten Goa, Sulawesi Selatan.Dikutip dari sindonews.com, Kepala Desa Bontoloe, Baharuddin mengatakan, masjid tersebut memang terletak di tengah kebun kopi. Dia memperkirakan jarak masjid dengan pemukiman warga sekitar lima kilometer.

''Kalau rumah warga sekitar memang tidak ada di dekat masjid. Rumah-rumah yang ada di sana itu rumah pemilik kebun kopi dan rumah yang dibangun untuk buruh kebun,'' ungkapnya, Ahad (24/11/2019).

Sejauh ini katanya, masjid itu belum digunakan oleh masyarakat. Pembangunannya lanjut Badaruddin belum rampung. Pemiliknya, kata Badaruddin, merupakan pengusaha asal Bugis yang biasa dipanggil dengan sebutan Puang.

Ads
Meski Puang tak terdaftar sebagai warga setempat, namun kata Kades, pengusaha tersebut sudah memiliki banyak lahan kopi di desanya. Kebun itu dibelinya dari warga setempat.

Hal senada juga diungkapkan Camat Bontolempangan, Muslimin. Dia menuturkan, masjid itu dibangun oleh seorang pengusaha kopi asal Bugis yang diperuntukkan sebagai tempat ibadah bagi pekerja kebun kopi dan masyarakat Dusun Langkoa.

Dusun Langkoa sendiri sebagai permukiman terdekat, memiliki penduduk sekitar 800 hingga 1.000 orang.

''Puang, sering bolak balik Makassar-Jakarta-Timika. Jika datang ke Makassar, Puang selalu menyempatkan ke kebun kopinya itu,'' paparnya.

Masjid ini viral setelah diunggah oleh akun Luchyna Make Up. Postingan itu menyebutkan ada masjid megah yang terletak di tengah hutan.

Hancurkan Batu Dikeramatkan

Menurut Muslimin, awalnya di lokasi pembangunan masjid ada batu besar yang dianggap karrasa atau dikeramatkan oleh masyarakat setempat.

Batu besar itu oleh sejumlah warga digunakan untuk melakukan persembahan atau sesajen. Puang memutuskan menghancurkan batu besar tersebut, lalu di lokasi yang sama dibangun masjid.

''Setelah masjid terbangun, lokasi itu selain untuk ditempati shalat sekaligus tempat belajar mengaji bagi warga setempat,'' kata Muslimin.

Masjid itu masih dalam tahap pengerjaan. Di bagian bawah akan dibuat ruangan untuk tempat tinggal guru-guru mengaji.

Guru-guru mengaji itu nantinya mengajarkan anak-anak penduduk sekitar ilmu tentang kandungan Alquran .***

Editor : hasan b
Sumber : sindonews.com
Kategori : Ragam
www www