Ratu Inggris Elizabeth II Disebut Keturunan ke-43 Nabi Muhammad SAW, Begini Silsilahnya

Ratu Inggris Elizabeth II Disebut Keturunan ke-43 Nabi Muhammad SAW, Begini Silsilahnya
Ratu Inggris Elizabeth II. (republika.com.id)
Senin, 19 November 2018 12:01 WIB
JAKARTA - Sebuah studi pada 1986 dari Burke Peerage, salah satu penerbit silsilah terbaik di dunia, menunjukkan bahwa pemimpin Kerajaan Inggris, Ratu Elizabeth II, merupakan keturunan dari Nabi Muhammad SAW. Ratu Elizabeth merupakan keturunan ke-43 dari Nabi Muhammad SAW.Dikutip dari republika.co.id, Burke Peerage telah menerbitkan catatan silsilah kerajaan keluarga secara historis selama lebih dari 190 tahun. Ratu Elizabeth diklaim oleh beberapa sejarawan sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad SAW. Meskipun sulit dicerna, namun dari sisi genealogis hal ini masuk akal sehat.

Berikut merupakan rilis pers oleh Persatuan Pers Internasional seperti dilansir dalam laman Observer. (Persatuan Pers Internasional, 10 Oktober 1986, Muslim di Istana Buckingham).

Selain campuran darah biru yang dimiliki oleh Ratu Elizabeth, terdapat darah Islam dari Nabi Muhammad SAW, seperti dalam Burke's Peerage, panduan geneologis untuk keturunan kerajaan. Hubungan darah tersebut muncul saat Harold B Brooks-Baker, direktur penerbit Burke, menulis untuk Perdana Menteri Margaret Thatcher agar memberikan keamanan yang lebih baik untuk keluarga kerajaan.

Ads
''Keturunan langsung keluarga kerajaan dari Nabi Muhammad tidak dapat diandalkan untuk selamanya melindungi keluarga kerajaan dari teroris Islam,'' katanya.

Menyadari hubungan yang akan mengejutkan banyak orang, dia menambahkan, ''Tidak banyak orang Inggris yang tahu darah Muhammad mengalir di tubuh Ratu. Namun, semua pemimpin agama Islam bangga dengan fakta ini.''

Brooks-Baker mengatakan, bahwa darah Nabi Muhammad SAW mengalir ke keluarga kerajaan Inggris melalui raja-raja Arab di Seville yang pernah memerintah Spanyol. Dengan menikah, darah mereka mengalir ke raja-raja Eropa seperti Postugal dan Castille dan melalui merekalah darah tersebut sampai ke Raja Edward IV pada abad ke 15.

******

Kekhalifahan Umayyah merupakan khalifah Arab yang didirikan setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Khalifah tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar dimana puncaknya mereka memerintah di lebih dari 15 juta kilometer persegi dari Kaukasus (Eurasia) ke Semenanjung Iberia (Muslim Spanyol, Portugal, Andorra dan Gibraltar). Saat itu merupakan kerajaan terbesar kelima dalam sejarah, dimana mereka mengatur sekitar 62 juta orang atau 29 persen populasi dunia.

Ibukota Iberia Muslim atau Andalusia yang berjaya pada tahun 756 hingga 929 saat ini adalah Cordoba di Spanyol. Cordoba menjadi pusat budaya dan intelektual bagi umat Islam, Kristen, dan Yahudi, dimana kemajuan dalam bidang sains, sejarah, geografi, astronomi dan matematika terjadi di sana. Bukanlah hal biasa terjadi dalam periode ini untuk perkawinan antaragama antara Muslim, Kristen, dan Yahudi.

Jatuhnya kekhalifahan Umayyah terjadi setelah Revolusi Abbasiyah antara tahun 661 hingga 750. Abbasiyah adalah sebuah dinasti yang dibentuk oleh Abu al-Qasim Muhammad ibn Abbad, yang diklaim sejarawan sebagai keturunan langsung Nabi Muhammad SAW melalui anak perempuan nabi, Fatimah.

Melalui garis keturunan Al-Qasim inilah sejarawan percaya bahwa Ratu Elizabeth memiliki darah nabi sebagai latar belakangnya. Al-Qasim menjadi penguasa Sevilla, sebuah wilayah muslim Spanyol dan memerintah hingga wafat pada tahun 1042. Setelah itu, cucunya Muhammad Al-Mu'tamid menguasai Cordoba pada 1071. Dia menjadi pemimpin terakhir Abbasiyah.

Pada tahun 1091, kerajaan Abbasiyah jatuh ke tangan dinasti Almoravid, sebuah dinasti kekaisaran Berber dari Morrocco. Berber adalah kelompok etnis yang berasal dari Afrika Utara.

Al-Qasim memiliki seorang putri bernama Zaida. Dia menjadi pengungsi Muslim yang melarikan diri ke istana Raja Alfonso VI, Raja Spanyol Leon, Castille dan Galicia, selama serangan yang terjadi oleh Almoravid pada kerajaan Abbasiyah.

Kemudian Zaida masuk agama Katolik Roma dan menikah dengan Raja Alfonso VI. Dia berganti nama menjadi Isabella setelah dia dibaptis. Dari pernikahannya, mereka memiliki tiga anak yang akhirnya memiliki lebih banyak keturunan.

Dua abad kemudian, pada 1352, keturunan Raja Alfonso dan Zaida, Maria de Padilla memiliki anak dengan Raja Peter dari Castille. Keduanya memiliki empat anak, dua diantaranya menikah dengan putra Raja Edward III dari Inggris.

Generasi setelahnya, Ratu Elizabeth lahir dan memiliki royalti penuh atas pencampuran keturunan dari peradaban Barat dan Timur.

Berikut ini kajian Observer soal silsilah Ratu Elizabeth II itu:

Elizabeth II, Queen of the UK anak perempuan dari George VI, King of the UK anak laki-laki dari George V, King of the UK anak laki-laki dari Edward VII, King of the UK anak laki-laki dari Victoria, Queen of the UK anak perempuan dari Edward, Duke of Kent and Strathearn anak laki-laki dari George III, King of Great Britain anak laki-laki dari Frederick, Prince of Wales anak laki-laki dari George II, King of Great Britain anak laki-laki dari George I, King of Great Britain anak laki-laki dari Sophia, Electress of Hanover anak perempuan dari Elizabeth of Bohemia anak perempuan dari James I/VI, King of England, Ireland & Scotland anak laki-laki dari Mary, Queen of Scots anak perempuan dari James V, King of Scots anak laki-laki dari Margaret Tudor anak perempuan dari Elizabeth of York anak perempuan dari Edward IV, King of England anak laki-laki dari Richard Plantagenet, Duke of York anak laki-laki dari Richard of Conisburgh, Earl of Cambridge anak laki-laki dari Isabella Perez of Castille anak perempuan dari Maria Juana de Padilla anak perempuan dari Maria Fernandez de Henestrosa anak perempuan dari Aldonza Ramirez de Cifontes anak perempuan dari Aldonza Gonsalez Giron anak perempuan dari Sancha Rodriguez de Lara anak perempuan dari Rodrigo Rodriguez de Lara anak laki-laki dari Sancha Alfonsez, Infanta of Castile anak perempuan dari Zaida (aka Isabella) anak perempuan dari Al-Mutamid ibn Abbad, King of Seville anak laki-laki dari Abbad II al-Mutadid, King of Seville anak laki-laki dari Abu al-Qasim Muhammad ibn Abbad, King of Seville anak laki-laki dari Ismail ibn Qarais anak laki-laki dari Qarais ibn Abbad anak laki-laki dari Abbad ibn Amr anak laki-laki dari Amr ibn Aslan anak laki-laki dari Aslan ibn Amr anak laki-laki dari Amr ibn Itlaf anak laki-laki dari Itlaf ibn Naim anak laki-laki dari Naim II al-Lakhmi anak laki-laki dari Naim al-Lakhmi anak laki-laki dari Zahra bint Husayn anak perempuan dari Husayn ibn Hasan anak laki-laki dari Hasan ibn Ali anak laki-laki dari Fatimah bint Muhammad anak perempuan dari Nabi Muhammad SAW.

****

Apakah benar demikian adanya bahwa Ratu Inggris yang kini hampir berusia satu abad itu keturunan Nabi Muhammad? Jawabannya tak jelas. Pihak Kerajaan Inggris belum ada merilisnya. Tapi hubungan emosional antara raja dan Ratu Inggris dengan kerajaan/negara Islam sudah terjalin dari dulu.Apalagi Kerajaan Inggris banyak punya tanah jajahan kerajaan-kerajaan Islam yang tersebar di banyak benua.

Di awal tahun 1900-an ada Ratu Inggris yang punya pengawal spesial yang merupakan Muslim asal kerajaan Mughal (asal India/Pakistan). Pergaulan keduanya sangat rapat yang akhirnya membuat sang Ratu tertarik tahu dan belajar Islam. Namun akhirnya ketahuan dan hubungan itu dilarang karena menurut punggawa kerajaan Inggris nilai yang dianutnya adalah nilai Kristen Anglikan (bukan Muslim).

Hubungan antara Ratu dan pelayanan Muslim itu berakhir tragis. Tiba-tiba pengawal kerajaan menggeledah kediamannya. Semua foto dan arsipnya dengan Ratu terebut mereka rampas dan kemudian dimusnahkan. Kisah ini sudah dibuatkan filmnya.

Jadi benarkah Ratu Inggris keturunan Nabi Muhammad SAW? Wallahu 'alam bissawab. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww