Korut Pulangkan Mahasiswa AS dalam Kondisi Koma

Korut Pulangkan Mahasiswa AS dalam Kondisi Koma
Otto Warmbier saat ditahan pada Maret 2016 [AFP]
Rabu, 14 Juni 2017 12:02 WIB

PYONGYANG - Korea Utara (Korut) memulangkan seorang mahasiswa Amerika Serikat (AS) yang di penjara dalam kamp kerja paksa. Mahasiswa itu dipulangkan dalam kondisi koma.

Otto Warmbier yang menjalani 18 bulan tahanan dari vonis 15 tahun yang dijatuhkan kepadanya, dibebaskan bersamaan dengan undangan Presiden Donald Trump kepada Presiden terpilih Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In ke Washington.

Menteri Luar Negeri AS Rex Tillerson mengatakan bahwa pihaknya sudah memastikan kebebasan dari mahasiswa berusia 22 tahun itu. Kemenlu AS juga meminta tiga warga AS lainnya turut dibebaskan. Tetapi tidak dijelaskan apakah ada konsensi disepakati dalam pembebasan Warmbier.

Kabar bebasnya Warmbier juga bersamaan dengan dengan kedatangan mantan pebasket NBA Dennis Rodman, datang ke Pyongyang untuk menjadi mendiasi antara AS dan pemerintahan Kim Jong-Un.

Ads
Kemenlu AS menyebutkan bebasnya Warmbier tidak ada kaitan dengan kedatangan Dennis Rodman. "Kehadiran Rodman tidak ada kaitan sama sekali dengan kebebasan Warmbier," ujar Juru Bicara Kemenlu AS Heather Nauert, seperti dikutip AFP, Rabu (14/6/2017).  "Otto sudah meninggalkan Korut," ujar orangtua Warmbier, Fred dan Cindy.

"Saat ini dia dalam pesawat medis menuju rumah. Namun kondisinya dalam koma dan kami sudah diberitahu mengenai kondisinya sejak Maret 2016," imbuh kedua orangtua Warmbier.

Fox News melaporkan bahwa Warmbier berada dalam pesawat militer. Diperkirakan dirinya akan tiba di Cincinnati pada Selasa malam waktu AS atau Rabu waktu Indonesia. Kemudian dirinya akan dirawat di rumah sakit.

Menurut keterangan orangtua Warmbier, putra mereka diberi obat tidur segera setelah persidangan Maret 2016. Sejak saat itu putranya tidak pernah bangun.

Pejabat AS menolak untuk berkomentar mengenai kondisi Warmbier. Tetapi mantan Duta Besar dan Gubernur New Mexico Bill Richardson mengatakan dirinya sudah berbicara dengan keluarga Otto.

"Otto sudah dalam kondisi koma selama lebih dari satu tahun dan harus memerlukan perawatan di Amerika Serikat," tegas Richardson, yang sebelumnya menjadi utusan khusus AS ke Korut. "Korut harus menjelaskan apa penyebab koma dari Otto," pungkasnya.

Menlu Tillerson sendiri menegaskan kepada Senator AS bahwa pihaknya tidak akan mengomentari kondisi mahasiswa tersebut. Disebabkan demi menghormati Warmbier dan keluarganya.

Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww