Densus Selidiki 500 Detonator yang Dikirim ke Alamat Palsu

Densus Selidiki 500 Detonator yang Dikirim ke Alamat Palsu
Salah satu contoh temuan detonator non listrik yang akan dimusnahkan di Markas Brimobda Polda Sultra, Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (19/5). Di Makassar, Minggu (11/6) polisi juga menemukan 500 detonator yang hendak dikirim ke Kalimantan Barat. [Antara
Selasa, 13 Juni 2017 12:40 WIB

MAKASSAR - Petugas keamanan Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar kembali menemukan ratusan detonator atau pemicu ledak, Minggu (11/6/2017). Sebanyak 500 batang detonator yang terbungkus dalam paket makanan.

Rencananya, paket akan dikirim menggunakan Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 611 tujuan Pontianak, Kalimantan Barat.

Kepala Polsek Bandara Hasanuddin Iptu Ahmad mengungkapkan, petugas keamanan berinisiatif membuka paket tersebut karena tampilannya di layar X-ray mencurigakan.

"Paket ditemukan dalam kemasan yang dibungkus bersama kue," kata Ahmad seperti dinukil dari Mediaindonesia.com. Detonator ditemukan dalam lima bungkus dengan masing-masing berisi 100 unit.

Ads
Dari penelusuran, barang tersebut diketahui dikirimkan seorang warga bernama Jamaluddin, beralamat di kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menggunakan jasa pengiriman ekspedisi. Barang ditujukan kepada H Raji di Katapang, Kalimantan Barat.

Hasil penyelidikan sementara, nama pengirim dan penerima Haji Raji di Ketapang Kalimantan Barat ternyata palsu. Polisi pun masih mendalami peruntukan detonator tersebut.

Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Mabes Polri, Jakarta Selatan, menyatakan perlu melakukan antisipasi dini dalam penemuan paket barang ini. Sebab, kata dia, detonator tersebut bisa saja digunakan untuk keperluan negatif.

"Ini detonator bisa digunakan macam-macam, bisa untuk bom ikan, bisa untuk bom yang beneran," ucapnya.

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani menjelaskan, detonator adalah alat pemicu bom. Detonator tak ada gunanya kalau tidak ada bom atau bahan peledaknya. Sebaliknya bom juga tak berfungsi kalau tak ada detonator. "Jadi, saling melengkapi," kata Dicky.

Detonator tersebut menurutnya akan sangat berbahaya kalau jatuh ke tangan teroris. Karena tinggal cari bahan peledaknya.

Hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda Sulawesi Selatan menunjukkan bahwa detonator tersebut adalah buatan India.

"Detonator itu buatan India, karena ada logonya. Kami masih selidiki lebih mendalam dan mencari pengirim serta penerimanya," ungkap Dicky, Senin (12/6/2017) seperti dikutip dari Kompas.com.

Polda Sulsel juga melibatkan tim Densus 88 Anti Teror untuk mencari pengirim dan penerima detonator. Densus juga masih menyelidiki detonator itu.

Editor:TAM
Sumber:beritagar.id
Kategori:Ragam
wwwwww