FPI Pertanyakan Pelaporan Rizieq di Polda Bali

FPI Pertanyakan Pelaporan Rizieq di Polda Bali
Habib Rizieq Shihab [Tribunnews.com]
Jum'at, 09 Juni 2017 11:15 WIB

JAKARTA - Tim kuasa hukum mempertanyakan pelaporan terhadap pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab di Polda Bali oleh kelompok masyarakat Patriot Garuda Nusantara (PGN) dan Yayasan Sandhi Murti (YSM). Mereka menyangsikan jika pelaporan tersebut tidak sarat kepentingan.

"Kalau orang melaporkan itu hak setiap warga negara, tapi tergantung pembuktian hukumnya. Itu yang pertama. Kedua, kenapa sih munculnya sekarang di saat sekarang lagi ramai setelah pilkada DKI. Kenapa enggak dari dulu-dulu gitu lo," kata Ketua Bantuan Hukum FPI Sugito Atmo Pawiro saat dihubungi wartawan, Jumat (9/6/2017). Menurut dia, laporan itu terkesan dibuat-buat. Pasalnya, Rizieq dilaporkan dari video yang sudah ada di akun YoutTube sejak 17 Agustus 2014.

"Ini kalau tidak ada muatan politik saya kira enggak akan muncul kembali. Karena ada muatan politis jadi semua orang yang paham teknologi mencoba buka YouTube apalagi yang bersangkutan tidak suka dengan sepak terjang HRS," jelas Sugito.

Rizieq dilaporkan ke Polda Bali terkait video dirinya dengan judul "Sikap Imam Besar FPI Terhadap ISIS" yang membuat resah masyarakat Hindu. Rizieq mengatakan akan membakar rumah ibadah masyarakat Hindu di Bali.

Ads
Video itu diunggah di YouTube pada 17 Agustus 2014 dengan durasi 13 menit. Tampak Rizieq memberikan ceramah pada ribuah orang di Jakarta.

Dalam laporannya, tidak disematkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Pernyataan Rizieq dinilai bersifat provokasi sehingga hanya dituduhkan Pasal 156 huruf (a) KUHP tentang permusuhan, penyalahgunaan, atau penodaan terhadap suatu agama.

Editor:TAM
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww