AS Pulangkan Buronan ke China Sejak Terpilihnya Trump

AS Pulangkan Buronan ke China Sejak Terpilihnya Trump
Ilustrasi
Jum'at, 02 Juni 2017 13:56 WIB

BEIJING - Otoritas Amerika Serikat memulangkan seorang buronan ke China, Kamis (1/6/2017). Pemulangan ini merupakan yang pertama kalinya ke China sejak terpilihnya Donald Trump menjadi presiden AS.

Kementerian Keamanan Publik China dalam sebuah statemen menyatakan seperti dilansir Kantor Berita AFP, Kamis (1/6/2017), tersangka yang hanya diidentifikasi sebagai Zhu, dipulangkan ke negara asalnya dengan bantuan otoritas imigrasi AS. Pria itu dituduh atas "pelanggaran hak-hak pribadi", yang bisa mencakup serangkaian tindak kejahatan, mulai dari pembunuhan, penyerangan hingga penculikan.

Stasiun televisi pemerintah China, CCTV menayangkan siaran langsung kedatangan Zhu di bandara di Beijing. Tersangka turun dari pesawat United Airlines dan kemudian diserahkan ke para polisi China oleh petugas imigrasi AS.

Menurut statemen Kementerian Keamanan Publik China, Zhu kabur dari China ke AS pada 4 April 2016. Otoritas China kemudian mengeluarkan red notice Interpol untuk Zhu, yang kemudian ditangkap oleh otoritas imigrasi AS pada Januari lalu karena pelanggaran visa.

Kementerian menyatakan, kepulangan Zhu merupakan "hasil langsung" dari pertemuan antara Presiden Trump dan Presiden China Xi Jinping pada April lalu.

Pemerintah AS dan China tidak memiliki perjanjian ekstradisi, namun selama ini Washington telah memulangkan para tersangka kriminal ke negeri itu. Selama bertahun-tahun, Washington memulangkan para tersangka ke China dengan menggunakan prosedur imigrasi.

Otoritas China saat ini tengah mengupayakan ekstradisi sejumlah tersangka kriminal lainnya dari AS, termasuk miliarder pengembang real estate Guo Wengui atas tuduhan korupsi. Pada April lalu, Beijing mengeluarkan red notice Interpol untuk Guo, yang telah bermukim di luar negeri sejak meninggalkan China dua tahun silam. Belakangan dia kerap tinggal di AS.
Editor:Yuyun
Sumber:detik.com
Kategori:Ragam
wwwwww