Tujuh WNI Ini Diduga Terlibat Terorisme di Filipina

Tujuh WNI Ini Diduga Terlibat Terorisme di Filipina
Tentara Filipina di Marawi, Mindanao. Tentara bertempur melawan kelompok ISIS Maute sejak pekan lalu. [Reuters]
Rabu, 31 Mei 2017 16:55 WIB

JAKARTA - Kepolisian Republik Indonesia (Polri) merilis laporan Kepolisian Filipina bahwa tujuh warga negara (WNI) diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Mindanao, Filipina.

"Kepolisian Filipina melaporkan ada tujuh WNI yang patut diduga terlibat dalam penyerangan terhadap Kota Marawi, Filipina," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Pol Martinus Sitompul, di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (31/5/2017).

Ia mengatakan otoritas Filipina melalui Kepolisian Nasional Filipina (PNP) merilis nama tujuh WNI yang diduga terlibat jaringan terorisme di Kota Marawi, Filipina. Nama-nama ini kemudian diserahkan kepada Atase Kepolisian di Manila yang kemudian diserahkan ke Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri.

loading...
Berikut adalah tujuh nama yang menjadi buronan:

1. Al Ikhwan Yushel. Palembayan, 01 November 1991. No. Passport : A7985472. Berangkat ke Filipina tanggal 28 Maret 2017.

2. Yayat Hidayat Tarli. Kuningan, 25 April 1986. No Passpor : B 4422742. Berangkat ke Filipina pada 15 April 2017 bersama Anggara Suprayogi.

3. Anggara Suprayogi. Tangerang, 26 Desember 1984. No Passpor : B 4885536. Berangkat ke Filipina pada tanggal 15 April 2017 bersama Yayat Hidayat Tarli.

4. Yoki Pratama Windyarto. Banjarnegara, 17 September 1995. No Passpor B 5743781. Berangkat ke Filipina tanggal 4 Maret 2017.

5. Moch. Jaelani Firdaus. Bekasi, 17 Mei 1991. Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017.

6. Muhamad Gufron. Serang, 20 Oktober 1993. No Passpor: A 9265977. Berangkat ke Filipina tanggal 7 Maret 2017.

7. Muhammad Ilham Syahputra. Medan, 29 Juli 1995. No Passpor: A 9291582. Berangkat ke Filipina pada 29 November 2016.

"Saudara Muhammad Ilham Syahputra diduga telah tewas dalam pertempuran di Marawi. Tapi sampai sekarang belum ditemukan jasadnya," kata Martinus.

Menurut dia, ketujuh WNI tersebut masuk ke Negara Filipina secara legal. Kendati demikian, keberadaan para WNI tersebut masih di Marawi atau hingga saat ini masih belum diketahui. "Keberadaan mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut," katanya.

Editor:TAM
Sumber:Antara
Kategori:Ragam
wwwwww