Jejak WNI di Konflik Marawi Filipina

Jejak WNI di Konflik Marawi Filipina
Seorang pria memperlihatkan kain putih saat perjalanan warga Marawi yang mengungsi ke tempat yang lebih aman karena kota mereka, Marawi sedang situasi darurat perang, Filipina, Senin (29/5/2017). [AP Photo]
Selasa, 30 Mei 2017 12:20 WIB

JAKARTA - Kekerasan pecah di Marawi, Filipina, saat puluhan anggota kelompok militan menyerbu kota itu, setelah aparat keamanan berusaha menangkap Isnilon Hapilon, seorang veteran militan Filipina yang diyakini sebagai pemimpin ISIS di kawasan itu.

Konflik di Marawi mengundang perhatian pemerintah Indonesia. Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dikabarkan terjebak di wilayah tersebut. Mereka terjebak di pertempuran antara pemerintah setempat dengan kelompok pemberontak. Satu orang dikabarkan tewas, tapi hal itu belum dikonfirmasi pihak berwenang.

Kepala Subbagian Humas Direktorat Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM, Agung Sampurno, menjelaskan hasil pencatatan lalu lintas keimigrasian. Ia membenarkan ada 10 WNI yang menyeberang ke Filipina.

loading...
"Sembilan orang dari Indonesia tercatat pada 11 Mei terbang ke Filipina dengan rute penerbangan Jakarta-Malaysia, Malaysia-Manila, Manila-Dapau City," kata Agung saat berbincang dengan Liputan6.com, Senin 29 Mei 2017.

Sementara seorang lain tercatat terbang ke Filipina pada 14 Mei 2017. Rute penerbangan yang dilalui adalah Jakarta-Singapura, Singapura-Dapau. "Setibanya di Dapau mereka dijemput oleh seorang WNI yang sudah menetap di Marawi," beber Agung.

Untuk menuju ke Marawi, mereka melalui jalan darat. Tiba di lokasi tujuan, mereka tinggal di Masjid Abu Bakar Assidiq. "Kenapa di masjid? Karena tujuan mereka adalah untuk berdakwah," kata Agung.

Editor:TAM
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww