Cegah Milisi ISIS, TNI Perketat Pengawasan Pulau Terluar RI-Filipina

Cegah Milisi ISIS, TNI Perketat Pengawasan Pulau Terluar RI-Filipina
Ilustrasi
Selasa, 30 Mei 2017 23:39 WIB

MANADO - Komando Daerah Militer (Kodam) XIII/Merdeka memperketat pengawasan dan pengamanan pulau-pulau terluar Indonesia, khususnya di perairan Sulawesi Utara yang berbatasan langsung dengan Filipina.

Langkah itu dilakukan pascapenyerangan kelompok pemberontak Maute terhadap Kota Marawi di Filipina Selatan sejak pekan lalu. Pertempuran antara tentara Filipina melawan kelompok Maute kini masuk hari ke tujuh.

Wakil Kepala Penerangan Kodam XIII/Merdeka Letkol Inf Vipy Amuranto Pranoto mengatakan pascapenyerbuan kelompok Maute tersebut TNI Angkatan Darat terus meningkatkan pengamanan di perairan perbatasan. Vipy mengatakan pengamanan dilakukan melalui Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan Pengawasan Pulau-pulau Terluar yang melibatkan ratusan personel.

"Sampai saat ini situasi masih kondusif dan terkendali. Terkait insiden di Marawi Filipina, TNI lebih meningkatkan pengawasan terutama bagi orang–orang yang tidak kita kenal ataupun orang–orang Filipina yang masuk ke Indonesia," kata Amuranto Pranoto.

Vipy Amuranto Pranoto mengatakan pengamanan wilayah perbatasan dan pulau terluar itu juga melibatkan Babinsa TNI AD.

"Kita masih memberdayakan Satuan Tugas atau Satgas disana dan setiap enam bulan sekali dilakukan rotasi. Satgas ini cukup untuk mengkover kegiatan dan pengawasan di pulau–pulau terluar," kata Vipy Amuranto.

Vipy Amuranto mengatakan perairan Sulawesi Utara bersama Kalimantan dan Maluku sebelumnya dikenal sebagai tiga tempat perairan yang paling rawan penyeludupan, baik kegiatan penangkapan ikan ilegal maupun jalur transit para teroris.

Ia mengimbau masyarakat turut membantu aparat kemanan agar senantiasa menginformasikan jika melihat ada kegiatan atau orang-orang mencurigakan atau orang tidak dikenal yang masuk ke wilayah perairan Indonesia.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Utara juga mengambil langkah antisipasi dengan menggelar operasi mandiri kewilayahan.

Pada Senin, 29 Mei 2017, Polda Sulut mengirim ratusan personil untuk patroli di wilayah perbatasan Sulawesi Utara– Filipina, yang mencakup dua kabupaten yakni Kepulauan Talaud dan Kepulauan Sangihe.
Ads
Editor:TAM
Sumber:kbr.id
Kategori:Ragam
wwwwww