Apakah Dosa Ketika Ramadhan Dilipat-gandakan?

Apakah Dosa Ketika Ramadhan Dilipat-gandakan?
ilustrasi
Minggu, 28 Mei 2017 16:47 WIB
Bismillah was shalatu was salamu ‘ala rasulillah, amma ba’du.Terdapat hadis dari Ummi Hani’ radhiyallahu ‘anha, yang diriwayat At-Thabrani dan lainnya,

“Takutlah kalian terhadap bulan ramadhan. Karena pada bulan ini, kebaikan dilipatkan sebagaimana dosa juga dilipat-gandakan.” [HR. At-Thabrani dalam Al-Ausath 4983 dan As-Shaghir 698, dan kata Al-Haitsmi dalam Majma’ Az-Zawaid (3/190), ‘Dalam sanadnya terdapat perawi bernama Isa bin Sulaiman, dia dinilai lemah oleh Ibn Ma’in. Dia bukan orang yang sengaja berdusta, akan tetapi dia lemah hafalannya].

Kesimpulannya, hadis ini adalah hadis yang lemah, sebagaimana keterangan Ibnu Muflih dalam Adab As-Syar’iyah (3/430).

Hanya saja, para ulama menegaskan bahwa dosa yang dilakukan pada waktu mulia atau di tempat mulia, derajatnya lebih besar dibandingkan dosa yang dilakukan di tempat atau waktu biasa.

Ibnu Muflih dalam karyanya Adab As-Syar’iyah, beliau membuat satu judul bab,

“Bab: pelipatan dosa sebanding dengan pelipatan pahala, pada tempat dan waktu yang diagungkan.” (Adab As-Syar’iyah, 3/430).

Kemudian beliau menyebutkan keterangan gurunya,

Syaikh Taqiyuddin mengatakan, ‘Perbuatan maksiat yang dilakukan di hari-hari istimewa atau tempat istimewa. Nilai kemaksiatannya dan hukumannya, semakin marah setingkat dengan nilai keistimewaan waktu dan tempat tersebut.’ Demikian keterangan beliau, dan itu semakna dengan keterangan Ibnul Jauzi dan ulama lainnya.

Selanjutnya Ibnu Muflih menyebutkan hadis di atas, dan beliau menyatakan statusnya dhaif. (Adab As-Syar’iyah, 3/430)

Keterangan yang sama juga pernah disampaikan oleh Imam Ibnu Baz. Dalam majmu’ Fatawa beliau ditanya, apakah dosa ketika ramadhan juga dilipat gandakan sebagaimana pahala?

Jawab beliau,

Apabila datang satu bulan yang mulia atau tempat mulia maka pahala kebaikan dilipatkan, dan dosa maksiat nilainya besar. Karena itu, perbuatan maksiat di bulan ramadhan, dosanya lebih besar dari pada perbuatan maksiat di luar ramadhan. Sebagaimana ketaatan di bulan ramadhan, pahalanya lebih banyak di sisi Allah, dari pada ketaatan di luar ramadhan. Mengingat ramadhan memiliki kedudukan yang sangat agung, maka ketaatan di dalamnya memiliki keutamaan yang besar dan dilipatkan sampai banyak sekali. Sebaliknya, dosa maksiat ketika itu, lebih besar dibandingkan dosa maksiat di luar bulan itu. (Majmu’ Fatawa Ibn Baz, 14/440).

Karena itu, berhati-hatilah dengan bulan ramadhan. Kita minta petunjuk kepada Allah, semoga diringankan untuk meninggalkan maksiat. Amiin

Editor:Yovi Ansari
Sumber:Berbagai Sumber
Kategori:Ragam
wwwwww