Militer Filipina Jatuhkan Banyak Bom di Kota Marawi

Militer Filipina Jatuhkan Banyak Bom di Kota Marawi
Asap hitam terlihat dari lokasi serangan di Marawi [AFP]
Sabtu, 27 Mei 2017 17:31 WIB

MARAWI - Militer Filipina mengintensifkan serangan di Kota Marawi untuk mengusir kelompok militan yang menguasai kota itu. Pertempuran dalam kota yang sudah berlangsung selama lima hari ini, dilakukan setelah pemerintah menjamin bahwa serangan tidak akan menurun meskipun sudah memasuki bulan suci Ramadan.

Presiden Rodrigo Duterte sebelumnya sudah menerapkan status darurat militer di Pulau Mindanao, di mana Kota Marawi berada. Status darurat diterapkan setelah kelompok militan Maute dan Abu Sayyaf menguasai kota itu. Kedua kelompok militan ini sudah bersumpah setia kepada Islamic State (ISIS).

Hingga saat ini sudah 48 jiwa tewas dalam serangan. Duterte pun menyebut apa yang dilakukan oleh kelompok militan ditujukan untuk membentuk kekhalifahan di Filipina. "Kami sudah mengidentifikasi lokasi para militan melakukan konsolidasi kekuatan. Identifikasi mempermudah kami melakukan serangan udara yang bisa menghancurkan kekuatan mereka," ujar Juru Bicara Militer setempat Letnan Kolonel Jo-ar Herrera, seperti dikutip AFP, Sabtu (27/5/2017).

Kendaraan berisi prajurit marinir tampak masuk ke wilayah Marawi. Kota ini populasinya mencapai 200 ribu jiwa, dengan populasi Muslim terbesar.

Ads
Operasi mengusir kelompok ISIS dari Marawi dimulai sejak Selasa 23 Mei, saat militan ISIS mengamuk di jalanan Kota Marawi. Serangan dari militan dilakukan setelah upaya pihak keamanan untuk melakukan penangkapan terhadap Isnilon Hapilon, seorang militan Filipina yang dianggap sebagai pimpinan ISIS Asia Tenggara.

Presiden Rodrigo Duterte bersumpah untuk mengatasi ancaman militan. Namun dirinya siap untuk melakukan pembicaraan dengan para pemimpin dari militan.

Editor:TAM
Sumber:metrotvnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww