Gelar Uji Coba, Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik

Gelar Uji Coba, Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Balistik
Korut menembakkan empat rudal balistik ke Laut Timru atau Laut Jepang. Tiga rudal jatuh di Laut Timur atau Laut Jepang, Senin (6/3/2017). Foto ini adalah foto dokumentasi. (EPA)
Minggu, 21 Mei 2017 21:31 WIB

SEOUL - Korea Utara, Minggu (21/5/2017), kembali menembakkan peluru kendali balistik sebagai bagian dari uji coba senjata tempur terbaru yang mereka produksi.

Uji coba ini menambah rangkaian uji coba serupa yang telah memicu kecaman dari dunia internasional, dan berujung pada sanksi dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Sumber militer di Korea Selatan mengaku tidak dapat mengidentifikasi jenis rudal yang dilepaskan dari Pukchang di Provinsi Pyongan Selatan.

Namun, militer Korsel mampu memperoleh data bahwa rudal tersebut menempuh jarak sejauh 500 kilometer di udara.

Ads
Sebelumnya, Pemerintah Amerika Serikat telah menggambarkan rudal produksi Korut tersebut sebagai jenis rudal jarak menengah. 

"Militer kami memantau dengan seksama tanda-tanda untuk provokasi tambahan oleh militer Korea Utara dan kami menjaga kesiapan militer penuh," demikian tertulis dalam pernyataan militer Korsel yang ditandatangani Kepala Staf Gabungan Korsel.

Peluncuran ini dilakukan hanya satu minggu setelah Korut menembakkan rudal jarak jauh Hwasong-12.

Pyongyang mengakui Hwasong-12 terbang hampir 800 kilometer, dan dapat membawa hulu ledak nuklir yang besar.

Sejumlah pengamat mengatakan, Hwasong mampu menempuh perjalanan lebih jauh daripada rudal balistik sebelumnya yang diluncurkan oleh Korut.

Uji coba pada 14 Mei 2017 lalu dipandang sebagai langkah maju yang signifikan dalam kemampuan senjata Korut, karena mempercepat upaya pengembangan rudal balistik antar benua.

Rudal dengan sebutan "ICBM" itu disebut mampu mengantarkan hulu ledak nuklir ke daratan Amerika Serikat.

Peluncuran, dan uji coba keenam telah memicu ketegangan dengan Pemerintahan Presiden AS Donald Trump. Trump pun telah bersumpah bahwa peluncuran ICBM semacam itu tidak akan terjadi.

Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-In mengadakan pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional untuk menanggapi peluncuran terakhir. Demikian diwartakan kantor berita Yonhap, yang dikutip AFP.

Pyongyang telah lama memiliki rudal yang bisa mencapai target di seluruh Korea Selatan dan Jepang.

Dengan rentang yang dihitung dari 4.500 kilometer, Hwasong-12 juga menempatkan pangkalan AS di Pulau Guam di Guam dalam jangkauannya.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww