Calon Hakim Agung Didominasi Hakim Karier

Calon Hakim Agung Didominasi Hakim Karier
Ilustrasi
Selasa, 16 Mei 2017 08:50 WIB

JAKARTA - Komisi Yudisial (KY) mengumumkan 29 orang yang lolos seleksi calon hakim agung tahap II dari total 80 pendaftar. Mayoritas didominasi hakim karier.

Selanjutnya bagi calon yang lulus seleksi kualitas berhak mengikuti tahap III, yaitu seleksi kepribadian dan kesehatan. Assessment kompetensi dan kepribadian akan dilaksanakan di Gedung KY pada 21-22 Mei 2017.

Materi yang diujikan pada seleksi kepribadian meliputi assessment kompetensi dan kepribadian, rekam jejak, dan masukan dari masyarakat. Tes kesehatan akan dilaksanakan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto pada 23-24 Mei 2017.

“Dari 88 orang yang mendaftar, yang lolos seleksi hanya 29 orang. Sebanyak 20 orang dari jalur hakim tinggi, 9 orang dari nonkarier, dari akademisi, dan praktisi, atau advokat dan sebagainya,” kata Ketua Bidang Rekrutmen Hakim KY Maradaman Harahap di kantornya, Senin (15/5/2017).

Ads
Pada proses tahap dua, jelasnya, hanya dua calon perempuan yang lolos ke tahap seleksi berikutnya. Kedua calon tersebut ialah Reny Halida Ilham Malik yang saat ini menjabat Hakim Ad Hoc Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Tingkat Banding pada Pengadilan Tinggi Jakarta, dan Azizah Bajuber yang menjabat Hakim Tinggi Badan Pengawas MA.

“Dari empat kamar yang tersedia, hanya delapan calon perempuan dari awalnya 88 pendaftar, semuanya lolos administrasi, tapi yang lolos selanjutnya hanya dua orang. Jadi memang perbandingannya jauh. Padahal, kami sudah membuka kesempatan sebesar-besarnya,” tandas Maradaman.

Selanjutnya, 29 orang tersebut akan mengikuti tahap lanjutan berupa tahap penelusuran jejak dan tes kesehatan. KY juga bekerja sama dengan KPK dan PPATK untuk menelusuri rekam jejak para calon hakim agung itu.

Seleksi calon hakim agung ini dilakukan untuk mengisi kekosongan enam jabatan hakim agung di Mahkamah Agung (MA) yang terdiri atas 1 orang di kamar pidana, 2 orang di kamar perdata, 1 orang di kamar agama, 1 orang di kamar militer, dan 1 orang di kamar tata usaha negara dengan keahlian bidang perpajakan.

 “Untuk menelusuri rekam jejak beliau-beliau itu melalui LHKPN, siapa tahu ada aliran dana yang tidak wajar,” pungkasnya.

Editor:TAM
Sumber:mediaindonesia.com
Kategori:Ragam
wwwwww