Pascaserangan Ransomware

BIN Minta Sistem Pengamanan Informasi Ditingkatkan

BIN Minta Sistem Pengamanan Informasi Ditingkatkan
Kepala BIN, Jenderal Polisi Budi Gunawan [Detik]
Senin, 15 Mei 2017 21:21 WIB

JAKARTA - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi Budi Gunawan meminta semua pihak meningkatkan kemampuan sistem pengamanan informasi setelah maraknya serangan ransomware WannaCry.

"Serangan ini menjadi peringatan bagi semua pihak terutama instansi publik yang strategis seperti rumah sakit yang menjadi korban serangan saat ini untuk meningkatkan kemampuan sistem pengamanan informasi," kata Budi Gunawan, seperti dikutip dari Antara, Senin (15/5/2017).
Ia menambahkan, serangan ini merupakan bentuk ancaman baru berupa perang terselubung atau proxy war dan perang siber. Hal ini digunakan berbagai pihak untuk melemahkan suatu negara.

Mantan Wakapolri itu mengatakan, negara dan seluruh instansi terkait pengamanan informasi harus mulai merubah paradigma sistem pengamanan informasi. Mulai dari pengamanan informasi konvensional seperti firewall dan antivirus, menjadi ke arah sistem pengamanan terintegrasi yang memiliki kemampuan deteksi serangan secara dini ke seluruh komponen sistem informasi yang digunakan.

Oleh karena itu, kata Budi, koordinasi dan konsolidasi di antara instansi-instansi intelijen dan pengamanan informasi mutlak segera dilakukan. Hal ini ditujukan agar mempercepat proses mitigasi jika terjadi serangan secara masif.

Ads
"Jika terjadi serangan siber pada suatu instansi, dengan adanya konsolidasi, koordinasi dan pertukaran cyber intelligence, instansi lain yang belum terkena serangan dapat segera menentukan mitigasi dan tindakan preventif sebelum terjadi serangan," tuturnya.

Sepeti diketahui, ransomware WannaCrypt0r 2.0 tengah mewabah. Ransomware adalah sejenis aplikasi perusak yang dirancang serta ditanamkan secara diam-diam.

Aplikasi ini memanfaatkan kelemahan keamanan sistem operasi Microsoft. Ketika dijalankan, aplikasi akan menghalangi akses sistem komputer dengan mengunci sistem, mengenkripsi file, sehingga tidak dapat diakses sampai tebusan dibayar.

Editor:TAM
Sumber:Antara
Kategori:Ragam
wwwwww