Waspada, Diabetes Sebabkan Kebutaan

Waspada, Diabetes Sebabkan Kebutaan
Ilustrasi
Selasa, 09 Mei 2017 10:20 WIB

Orang yang terkena diabetes sangat beresiko kehilangan penglihatan, untuk itu disarankan bagi penderita diabetes agar mendapatkan test mata secara lengkap paling tidak setahun sekali. Diabetes juga mengakibatkan kemungkinan komplikasi yang lebih berat, seperti, serangan jantung, stroke, gagal ginjal, amputasi dan juga kerusakan syaraf. Bagi ibu hamil, jika penyakit diabetes tidak ditangani dengan benar dapat mengakibatkan kematian janin dan komplikasi lain.

Dari hasil penelitian terbaru oleh para ahli kedokteran, dikemukan teori baru yang menyatakan bahwa penyakit Diabetes Melitus (DM) tidak hanya disebabkan faktor keturunan (genetik), tetapi juga dipengaruhi beberapa faktor lain yang multi-kompleks, antara lain kebiasaan hidup dan lingkungan.

“Orang yang tubuhnya membawa gen diabetes, belum tentu akan menderita penyakit gula, karena masih ada beberapa faktor lain yang dapat menyebabkan timbulnya penyakit ini pada seseorang, yaitu antara lain makan yang berlebihan/kegemukan, kurang gerak atau jarang berolah raga dan kehamilan,” jelas Dr. Ivan R Sini MD FRANSCOG GDRM, Sp.OG, Vice President Director PT. Bunda Medik atau RSU Bunda dalam Seminar Kesehatan “Waspadai Diabetes” di RS Bunda Menteng Jakarta, Sabtu (6/5).

“Melihat statistik ini, dan juga rasa ingin membantu, Lions Clubs melakukan kegiatan diabetes awareness secara rutin. Kita sosialisasikan bagaimana cara pencegahan dan juga bagaimana cara penyembuhannya baik itu secara lokal ataupun global. Kita juga memperingati Hari Diabetes Sedunia setiap 14 November,” kata Yahya Yastputra selaku Gubernur Distrik Lions Clubs International 307 B1.

Ads
Lion Barina Warongan, Ketua Komite Diabetes Lions Clubs International 307 B1 menambahkan, satu dari dua orang dewasa yang mengidap diabetes tidak sadar akan penyakit yang dideritanya. “Pemahaman terhadap penyakit ini perlu, sehingga pencegahan atau penanggulangannya akan lebih mudah dan segera,” ujarnya.

Diabetes atau dalam bahasa latin Diabetes Mellitus (DM) adalah suatu kelainan metabolik yang menyebabkan pankreas tidak dapat memproduksi insulin sehingga kadar glukosa darah meningkat (hiperglikemia). Di Indonesia, DM yang juga dikenal penyakit kencing manis merupakan penyakit yang ada di setiap negara di berbagai belahan dunia.

Indonesia menempati urutan ketujuh sebagai penderita diabetes terbesar di dunia. Jumlah penderita DM di Indonesia diperkirakan 10 juta orang. Jumlah pengidap diabetes terus meningkat, baik di tingkat nasional maupun dunia. Data International Diabetes Federation (IDF) 2015 menyebut, jumlah diabetes 415 juta, dan diperkirakan akan terus meningkat pada tahun 2040 sekitar 642 juta (55%).

Menurut Riset Kesehatan Daerah (RISKESDAS), tingkat prevalensi diabetisi sebesar 6,8% di Indonesia. Prevalensi pertumbuhan penderita DM di dunia akan terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, diperlukan adanya tidakan preventif untuk mengurangi laju pertumbuhan penderita DM di Indonesia dan di dunia.

Lions Clubs Indonesia memiliki tujuh fokus pelayanan, salah satunya “Penyuluhan & penanggulangan diabetes, WHO (Organisasi Kesehatan Dudia) mengestimasikan bahwa lebih dari 422 juta orang di seluruh dunia sudah terkena diabetes, dimana angka ini diperkirakan akan berkembang d menjadi 642 juta di tahun 2040.

Sebagai bagian dari Lions Clubs International yang terdiri dari 1,4 juta relawan di 209 negara, Lions Club Indonesia yang berdiri sejak 18 November 1969 hingga saat ini telah memiliki 7000 relawan yang tersebar dari Sumatera sampai Ambon. Memiliki visi dan misi untuk meningkatkan kecerdasan bangsa, dan melindungi keselamatan negara serta memberikan pelayanan secara sukarela melalui keterlibatan masyarakat dan kerjasama internasional.

Editor:Yuyun
Sumber:majalahkartini.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww