Mengapa Mata Kita Mengalami Kedutan?

Mengapa Mata Kita Mengalami Kedutan?
Ilustrasi
Selasa, 09 Mei 2017 11:00 WIB

Kalian pernah merasakan mata berkedut? Banyak mitos mengatakan kalau mata berkedut merupakan tanda bahwa ada orang lain yang sedang membicarakan kita di luar sana. Tetapi mata mengalami kedutan ini ternyata merupakan tanda atau gejala bahwa kita sedang mengalami gangguan kesehatan, lho!

Penyebab Mata Mengalami Kedutan
Kedutan biasa muncul dan hilang, tapi ada juga yang mengalami kedutan bertahan hingga satu hari penuh atau berminggu-minggu. Mata kedutan terjadi akibat adanya kontraksi otot-otot mata yang mengalami kelelahan.
 
Penyebab mata kedutan biasanya paling banyak dipicu oleh kurangnya waktu tidur. Penyebab lainnya adalah terlalu banyak kafein, reaksi dari alergi, terlalu banyak mengonsumsi alkohol, penggunaan gadget yang terlalu sering, berada seharian di depan komputer dan tidak seimbangnya nutrisi pada mata.
 
Penyebab lebih serius mata mengalami kedutan disebabkan oleh kondisi neurologis, seperti blepharospasm (gangguan kesehatan pada mata yang ditandai dengan berkedip secara berlebihan) atau hemifacial spasm (kejang yang tidak disadari pada salah satu syaraf wajah), yaitu mata mengalami kondisi tegang pada otot syaraf di bagian sisi wajah yang menunjukkan gejala kedutan.

Cara mengatasi mata kedutan
Jika mata kita mengalami kedutan karena disebabkan oleh stress atau kelelahan, cara mengatasi kedutan ini adalah dengan istirahat yang cukup. Kalian bisa melakukan meditasi atau relaksasi untuk membuat tubuh kalian menjadi rileks dan mendapatkan tidur yang nyenyak. Kurangi juga konsumsi kopi dan minuman yang mengandung kafein lainnya. Bagi kalian yang sering menggunakan gadget dan komputer setiap harinya, sesekali pejamkan mata selama 20 menit dan melihat benda yang jauh selama 20 detik untuk mengembalikan fokus mata dan merilekskan mata.
 
Apabila kalian mengalami kedutan lebih dari beberapa minggu dan mata mengalami penglihatan yang kabur, disarankan untuk memeriksakan mata kalian ke dokter. Karena bisa jadi hal tersebut merupakan gejala awal dari Bell’s Palsy (kelumpuhan pada salah satu sisi otot di wajah), Multiple Sclerosis (sistem kekebalan tubuh yang menyerang selaput pelindung saraf otak dan saraf tulang belakang) atau Sindrom Tourette (penyakit neuropsikiatrik atau membuat seseorang mengeluarkan ucapan atau gerakan yang spontan tanpa bisa dikontrol).

Ads
Editor:Yuyun
Sumber:gadis.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww