Gadis Kembar Dempet Bertahan Usai Divonis Hidup 3 Hari

Gadis Kembar Dempet Bertahan Usai Divonis Hidup 3 Hari
Ilustrasi [Majalahkartini]
Jum'at, 05 Mei 2017 11:00 WIB

Terlahir dengan kondisi yang tidak sempurna yakni dempet, kedua gadis kembar Lupita dan Carmen sempat divonis hanya bertahan hidup selama tiga hari. Namun dengan kuasa Tuhan, mereka mampu bertahan hidup hingga saat ini atau 16 tahun melebihi perkiraan dokter.

Diketahui, Lupita dan Carmen memiliki fisik yang tidak sempurna. Yakni pada bagian dada hingga pelvis (panggul) mengalami kedempetan atau menyatu. Dengan keadaan ini membuat si kembar berbagi kaki dimana Carmen mengontrol kaki kanan sedangkan Lupita kaki kiri, meskipun mereka memiliki tangan masing-masing. Selain itu,mereka juga memiliki jantung yang terpisah, dua pasang paru-paru dan satu perut.Tentu hal ini jarang terjadi pada kasus kembar dempet pada umumnya.

Agar bisa menjalani hidup normal, gadis kembar dempet ini selalu berjuang dan tak pernah putus asa.Seperti melakukan pengobatan terapi agar mereka bisa duduk dan berjalan seperti halnya manusia normal. Ada hal unik yang dimiliki si kembar cantik ini, yakni keduanya memiliki kepribadian yang berbeda. Carmen diketahui memiliki tingkah yang jenaka dan sangat pintar saat disekolah, namun Lupita lebih pendiam dan masih sulit dalam membaca.

Untuk terus berjuang mencari pengobatan, kedua orang tua gadis kembar dempet ini membawa mereka tinggal di Amerika Serikat. LUpita dan Carmen memang terlahir di Meksiko. Kedua gadis ini memang harus dipisahkan karena jika tidak mereka akan mengalami kesulitan di masa depan terkait dengan kesehatan mereka.

Ads
Meskipun begitu, keduanya tidak ingin dipisahkan. “Kami sudah terlalu lama bersama. Jika dipisahkan, akan terasa sangat aneh,” ungkap Carmen yang dilansir dari Buzznigeria. Memiliki masalah pada kesehatannya, Carmen dan Lupita tetap punya harapan, yakni hidup lebih lama dan juga mewujudkan cita-cita menjadi seorang dokter hewan. Mereka juga ingin terus berusaha menerobos berbagai rintangan yang dialami bersama.  

Editor:Yuyun
Sumber:majalahkartini.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww