Dipecat, Petugas Kebersihan Mengadu ke Ahok

Dipecat, Petugas Kebersihan Mengadu ke Ahok
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersalaman dengan pasukan oranye saat meninjau kawasan permukiman yang terendam banjir di Kelurahan Cipinang Melayu, Kecamatan Makassar, Jakarta, 20 Februari 2017.
Kamis, 04 Mei 2017 08:20 WIB

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat pengaduan dari seorang pekerja harian lepas (PHL) bernama Khotimah, 51 tahun. Perempuan itu sehari-hari bekerja sebagai petugas kebersihan atau biasa disebut pasukan orannya. Namun dia telah kehilangan pekerjaan setelah dipecat oleh atasannya.

Ahok mencium praktik  korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) dalam pemecatan Khotimah itu. "Dia dipecat, sembarangan (agar atasannya bisa) ganti-ganti orang," ujar Ahok di Balai Kota pada Rabu, 3 Mei 2017.

Menurut Ahok, Khotimah dipecat tanpa peringatan apapun. Bahkan selama beberapa bulan terakhir perempuan itu tak mendapat gaji. Ahok menduga, oknum yang memecat Khotimah itu memiliki niat tersembunyi. "Orang-orang yang nggak mau nyogok (seperti Khotimah), dipecat," kata Ahok. Tujuannya, agar oknum itu bisa mengganti dengan orang-orang yang mendatangkan keuntungan baginya.

Ahok berencana mengevaluasi sistem rekruitmen pekerja harian lepas ini. Dia menduga selama ini sering terjadi praktik seperti itu. Apalagi pekerjaan sebagai pasukan oranye ini jadi rebutan karena pendapatannya berdasarkan upah mininum provinsi.

Ads
Ahok akan menggandeng swasta untuk membantu merombak sistem rekruitmen. Nantinya swasta yang diminta memberi sertifikasi pekerja. Mereka juga diberi kewenangan untuk melakukan penilaian terhadap pekerja. "Jadi kalau di swasta dia (pasukan orange) malas, tinggal coret aja, untuk menghindari oknum menyeleksi," ujar Ahok.

Dengan menggandeng swasta itu diharapkan tidak ada lagi masalah dalam rekruitmen pekerja yang tergabung dalam pasukan oranye. Karena nantinya, kinerja pekerja itu dinilai secara obyektif. Ahok menegaskan selama ini pihaknya tak pernah memberi syarat berat kepada mereka yang ingin menjadi pekerja harian lepas. Syarat yang diutamakan hanya sehat dan rajin bekerja. Namun sistem ini diduga telah dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menarik uang sogokan.

Editor:Yuyun
Sumber:tabloidbintang.com
Kategori:Ragam
wwwwww