Dikira Kesurupan Orangtua Tega Kurung Anak Selama 30 Tahun

Dikira Kesurupan Orangtua Tega Kurung Anak Selama 30 Tahun
Ilustrasi [mirror.co.uk]
Kamis, 04 Mei 2017 08:40 WIB

Minimnya edukasi tentang kesehatan mental, membuat sebagian masyarakat menganggap bahwa kelainan jiwa berhubungan dengan aktifitas supranatural. Padahal kesehatan mental murni berasal dari ketidakseimbangan cairan kimia di otak serta faktor ilmiah lainnya. Oleh sebab itu, penyakit mental sebetulnya dapat ditangani sama seperti penyakit fisik lainnya.

Pemahaman yang salah tentang penyakit mental inilah yang menyebabkan perlakuan yang salah untuk pasien sakit jiwa. Seperti tindakan memasung pasien sakit jiwa yang jadi tradisi di Indonesia atau tindakan kurungan, alih-alih mencari tahu sebabnya lewat psikiater.

Pria asal China berusia 39 tahun, dikurung oleh ayah dan Ibu sejak dirinya berusia 6 tahun karena dianggap kesurupan. Kejadian bermula ketika sang pria berlarian tanpa arah saat masih kecil dan tak kunjung bisa berbicara.

"Dia berlarian kemana-mana di jalanan dan baru bisa bilang 'Ibu' pada usia 12 tahun," jelas sang Ibu, Li Lianying dikutip dari Mirror. Alih-alih memeriksakan kondisi kesehatan anak mereka pada petugas medis, Li Lianying dan suami justru mendatangi paranormal untuk menyembuhkan sang anak.

Ads
Dirasa tak kunjung membaik, Li dan suami memutuskan untuk mengurung putra mereka sejak tahun 1980. Keduanya memberikan makanan seadanya melalui pintu jeruji di gudang tempat anaknya dikurung. Oleh sebab itu, saat diselamatkan oleh petugas kondisi sang pria sangat mengenaskan dan kurang nutrisi.

Sang pria pun baru diperbolehkan keluar setelah tumbuh dewasa dan dikurung kembali. Tentu saja tindakan orangtua pria ini menimbulkan pertanyaan bagi para tetangga yang merasa iba pada putra keluarga Li Lianying. Saat ini, sang pria dirawat di rumah sakit karena kondisinya yang mengenaskan tersebut.

Editor:Yuyun
Sumber:kapanlagi.com
Kategori:Ragam
wwwwww