4 Siswa SD Disetrum Kepala Sekolah, Alasannya Terapi Otak

4 Siswa SD Disetrum Kepala Sekolah, Alasannya Terapi Otak
Ilustrasi
Rabu, 03 Mei 2017 15:59 WIB

Lingkungan pendidikan seharusnya jauh dari kata kekerasan. Pada faktanya menurut data yang dihimpun oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) terdapat setidaknya 1.880 kasus kekerasan di sekolah yang terjadi dalam rentang tahun 2011 hingga 2015. Miris bukan?

Baru-baru ini bahkan terdengar satu lagi kasus kekerasan yang terjadi di sebuah Sekolah Dasar di Kota Malang. Sebanyak 4 orang siswa kelas 6 SD disetrum oleh Kepala Sekolah dengan dalih terapi. Kasus ini mencuat ke ranah publik setelah seorang wali murid memprotes tindakan tak wajar pada sang anak.

Insiden penyetruman ini dialami oleh 4 orang korban pada Selasa (25/04) setelah melakukan ibadah sholat dhuha bersama. 4 siswa berinisial RA, MK, MZ, dan MA diminta untuk tinggal di mushala sementara teman-temannya yang lain kembali ke kelas.

Empat orang siswa tersebut lantas diminta meditasi dan menutup mata oleh Kepala Sekolah. Sebelum disetrum, sang Kepala Sekolah menceramahi mereka terlebih dahulu. Baru setelahnya kepala para siswa didekatkan pada taspen yang terhubung dengan aliran listrik.

Ads
"Kalau menyala pijar berarti banyak bohongnya. Katanya itu tes kebohongan kalau pada anak-anak sementara ke wali murid katanya terapi kesehatan," ujar wali murid yang keberatan pada tindakan kepala sekolah tersebut.

Menurut keterangan Wali Kota Malang, Abah Anton, tindakan kepala sekolah tersebut tidak meminta izin Dinas Pendidikan Kota Malang terlebih dahulu. Tindakan penyetruman tersebut murni dilakukan oleh keinginan kepala sekolah sendiri.

Sementara itu, tindakan kekerasan pada siswa ini baru ketahuan setelah korban mengalami mimisan dan wali murid mendapatkan laporan dari teman-teman sang buah hati. Well, sebagai seorang pendidik seharusnya Kepala Sekolah ini bersikap lebih bijak ya KLovers! 

Editor:Yuyun
Sumber:kapanlagi.com
Kategori:Ragam
wwwwww