Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah

Presiden AS Terburuk Sepanjang Sejarah
Ilustrasi [AFP]
Minggu, 30 April 2017 18:02 WIB

Dalam salah satu episodenya pada 2000, serial kartun AS, The Simpsons, telah meramalkan Donald Trump sebagai presiden AS. Kini, episode baru serial ini kembali menampilkan satire 100 hari pertama Trump di Gedung Putih, yang jatuh 29 April (kemarin).

 

Dalam salah satu episodenya pada 2000, serial kartun AS, The Simpsons, telah meramalkan Donald Trump sebagai presiden AS. Kini, episode baru serial ini kembali menampilkan satire 100 hari pertama Trump di Gedung Putih, yang jatuh 29 April (kemarin).

Pada klip pendek yang dirilis dan tersebar di Youtube, tampak Trump versi kartun sedang duduk di tempat tidurnya di Gedung Putih. Ia sedang merunut semua kesuksesannya sebagai presiden, yakni antara lain berhasil menurunkan handicap permainan golfnya dan menambah jumlah follower di Twitter.

Adegan ini jelas menyindir Trump yang tak becus bekerja dan sibuk dengan ambisi pribadi. Faktanya, menurut AFP, Trump memang merupakan pemimpin yang paling tidak populer dalam sejarah AS meskipun diusung oleh pendukung utamanya, Partai Republik.

Menurut kantor berita Prancis tersebut, selama 100 hari kepemimpinannya, presiden berusia 70 tahun yang kontroversial ini masih mempertahankan sikap tidak bisa diprediksi dan impulsif.

"Trump tidak tahu apa-apa tentang pemerintahan, sejarah, sains, filsafat, seni, dan tidak mampu mengekspresikan atau mengenali situasi dan menggunakan 77 kosakata," ujar seorang novelis, Philip Roth. Pejabat tinggi Partai Demokrat, Nancy Pelosi, memberi nilai gagal (F) untuk 100 hari jabatan Trump.

"Anggaran: F, pembentukan lapangan kerja: F, layanan kesehatan: F minus," ujarnya. Satu-satunya kesuksesan utama Trump dalam 100 hari pertamanya hanyalah mencalonkan hakim federal konservatif, Neil Gorsuch, ke Mahkamah Agung.

Trump sadar bahwa tidak memiliki banyak hal untuk dipamerkan selama 100 hari masa jabatannya. Namun, bukannya berbesar hati, dia malah mengecam dengan menulis 'Standar konyol 100 hari pertama' di akun Twitter pribadinya. "Ini hambatan buatan, sangat tidak berarti, standar tidak masuk akal," tulisnya.

- See more at: http://www.mediaindonesia.com/news/read/102775/presiden-as-terburuk-sepanjang-sejarah/2017-04-30#sthash.iC5R0bbA.dpuf
Pada klip pendek yang dirilis dan tersebar di Youtube, tampak Trump versi kartun sedang duduk di tempat tidurnya di Gedung Putih. Ia sedang merunut semua kesuksesannya sebagai presiden, yakni antara lain berhasil menurunkan handicap permainan golfnya dan menambah jumlah follower di Twitter.

Adegan ini jelas menyindir Trump yang tak becus bekerja dan sibuk dengan ambisi pribadi. Faktanya, menurut AFP, Trump memang merupakan pemimpin yang paling tidak populer dalam sejarah AS meskipun diusung oleh pendukung utamanya, Partai Republik.

Menurut kantor berita Prancis tersebut, selama 100 hari kepemimpinannya, presiden berusia 70 tahun yang kontroversial ini masih mempertahankan sikap tidak bisa diprediksi dan impulsif.

Ads
"Trump tidak tahu apa-apa tentang pemerintahan, sejarah, sains, filsafat, seni, dan tidak mampu mengekspresikan atau mengenali situasi dan menggunakan 77 kosakata," ujar seorang novelis, Philip Roth. Pejabat tinggi Partai Demokrat, Nancy Pelosi, memberi nilai gagal (F) untuk 100 hari jabatan Trump.

"Anggaran: F, pembentukan lapangan kerja: F, layanan kesehatan: F minus," ujarnya. Satu-satunya kesuksesan utama Trump dalam 100 hari pertamanya hanyalah mencalonkan hakim federal konservatif, Neil Gorsuch, ke Mahkamah Agung.

Trump sadar bahwa tidak memiliki banyak hal untuk dipamerkan selama 100 hari masa jabatannya. Namun, bukannya berbesar hati, dia malah mengecam dengan menulis 'Standar konyol 100 hari pertama' di akun Twitter pribadinya. "Ini hambatan buatan, sangat tidak berarti, standar tidak masuk akal," tulisnya.

Dalam adegan penutup klip The Simpsons itu, Marge, istri Homer Simpsons yang sedang menyaksikan berita di televisi, mengeluh bahwa ia sudah kehabisan obat antidepresi Prozac yang seharusnya cukup untuk 'empat tahun' (sesuai masa jabatan Trump). Sebuah ending bernada satire cukup keras tentu saja.

Editor:TAM
Sumber:mediaindonesia.com
Kategori:Ragam
wwwwww