Situasi Memanas, Korut Minta Dukungan ASEAN

Jum'at, 28 April 2017 22:44 WIB

JAKARTA - Korea Utara (Korut) mencoba untuk menggalang dukungan. Bukan hanya ke Rusia, tapi juga ke negara-negara anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN). Menteri Luar Negeri (Menlu) Korut Ri Yong-ho mengirimkan surat kepada Sekjen ASEAN Le Luong Minh tertanggal 23 Maret. Surat itu baru terungkap ke media kemarin (27/4/2017).

Ri menuliskan bahwa situasi di Semenanjung Korea saat ini sudah berada di ujung tanduk. Perang bisa terjadi kapan saja karena provokasi dari Amerika Serikat (AS).

Salah satunya karena AS dan Korsel menggelar latihan bersama dengan menggunakan kapal yang mampu menyerang dengan senjata nuklir. Menurut Korut, provokasi semacam itu bisa membuat Semenanjung Korea mengalami bencana nuklir dalam hitungan detik. Washington memang mengirimkan kapal induk USS Carl Vinson dan kapal selam yang dilengkapi senjata nuklir ke perairan di dekat Semenanjung Korea.

Pyongyang mendesak Minh agar menginformasikan situasi di Semenanjung Korea saat ini kepada menteri luar negeri (Menlu) sepuluh negara anggota ASEAN yang sedang bertemu dalam KTT ASEAN ke-30 di Manila, Filipina. Salah satu topik utama dalam acara yang berlangsung pada 26–29 April tersebut adalah Korut.

Ads
’’Saya berharap ASEAN yang sangat mementingkan stabilitas dan perdamaian regional akan membuat pernyataan tentang latihan militer AS-Korsel di KTT ASEAN dengan adil dan berperan aktif dalam menjaga perdamaian dan keamanan Semenanjung Korea,’’ bunyi penggalan surat yang dikirimkan Ri sebagaimana dilansir kantor berita AFP.

Korut memang tidak menjadi anggota ASEAN, tetapi mereka cukup dekat dengan Kamboja dan Laos. Sebelum kasus kematian kakak Kim Jong-un, yaitu Kim Jong-nam, Malaysia juga merupakan salah satu sekutu Korut. Hingga kini, ASEAN belum satu suara soal ketegangan di Korea. Sebab, dalam draf pernyataan bersama untuk menutup KTT nanti, bagian pernyataan terkait Semenanjung Korea masih kosong.

Editor:TAM
Sumber:JawaPos
Kategori:Ragam
wwwwww