Erdogan Menangi Referendum Turki

Erdogan Menangi Referendum Turki
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (tengah) menyampaikan pidato kepada pendukungnya di Istanbul, pada Minggu (16/4/2017). [AFP]
Senin, 17 April 2017 07:57 WIB

ANKARA - Setelah lebih dari setengah (51,14 persen) dari suara yang dihitung hingga pukul 18.15 waktu setempat atau 22.15 WIB dalam referendum konstitusi Turki, pihak yang memilih setuju (Ya) sistem presidensial memimpin dengan 57,46 persen.

Kantor berita pemerintah Anadolu melansir hasil kubu Ya beroleh 57,46 persen (12.778.186 pemilih), sedangkan pihak yang tidak setuju (Tidak) meraup 42,54 persen suara (9.461.664 pemilih).

Warga Turki menyalurkan hak suara pada Minggu (16/4/2017) dalam referendum guna mengubah 18 pasal undang-undang yang disusulkan untuk membawa perubahan pemerintahan di Turki dari parlementer ke sistem presidensial.

Dengan kemenangan kubu Ya, berarti warga Turki telah memutuskan untuk memberikan Presiden Recep Tayyip Erdogan kekuasaan baru dan ia bisa tetap menjabat hingga 2029. Pihak pendukung Erdogan mengatakan mengganti sistem parlementer dengan sistem presidensial akan memodernisasi negara.

Ads
Di sisi lain, referendum Turki diwarnai kekerasan. Tiga orang ditembak mati di dekat sebuah tempat pemungutan suara di provinsi selatan-timur Diyarbakir. Insiden berlangsung ketika terjadi percekcokan terkait dengan bagaimana mereka memberikan suara.

Penyerangan juga terjadi di Distrik Muradiye di Provinsi Van. Setidaknya satu orang tewas ketika sebuah bus untuk berkampanye milik Partai Ke-adilan dan Pembangunan (AKP) yang berkuasa di Turki diserang kelompok teroris Partai Pekerja Kurdistan (PKK) pada Sabtu (15/4/2017) waktu setempat.

Milisi PKK melengkapi diri mereka dengan senjata laras panjang dan kemudian menyerang iring-iringan kepala daerah Ibrahim Vanli di Distrik Muradiye di provinsi bagian timur Turki itu. Keponakan Vanli dan pamong desa, Adnan, yang mengikuti iring-iringan tersebut tewas dalam serangan. Operasi kontraterorisme telah diluncurkan untuk menangkap para teroris.

Editor:TAM
Sumber:mediaindonesia.com
Kategori:Ragam
wwwwww