Sholat dengan Pakaian Kena Sedikit Najis, Ini Pendapat Ulama

Sholat dengan Pakaian Kena Sedikit Najis, Ini Pendapat Ulama
Ilustrasi
Jum'at, 14 April 2017 08:12 WIB
Seseorang diwajibkan dalam keadaan suci jika hendak sholat. Tidak hanya badan, pakaian pun wajib suci.Ada sebuah kondisi yang membuat seseorang tidak memungkinkan untuk memenuhi syarat sah sholat, yaitu pakaian yang terkena najis. Karena pakaiannya, seseorang tercegah untuk mendirikan sholat.

Bagaimana jika ternyata pakaian itu terkena najis, sementara tidak bisa dibersihkan dalam waktu singkat? Sebagai contoh, seseoran yang mengalami patah tulang paha akibat kecelakaan. Karena sebab itu, kakinya harus dibalut dengan gipsum.

Gipsum tersebut terkena air kencing. Sementara, orang tersebut ingin menjalankan sholat. Bolehkah hal ini dijalankan?

Ads
Dikutip dari laman konsultasi syariah, ulama empat mazhab berbeda pendapat terkait permasalahan ini. Sedikitnya ada tiga pendapat dari keempat mazhab.

Pendapat pertama, seseorang dibolehkan sholat dengan pakaian najis, tetapi mengulang begitu dia mendapatkan pakaian yang suci. Pendapat ini dipegang oleh ulama mazhab Hambali dan Maliki.

Seperti dijelaskan Ibnu Qudamah dalam kitab Al Muqni ma’a As-Syarh.

" Siapa yang hanya memiliki pakaian najis, maka dia boleh shalat dengan pakaian najis itu, dan dia ulang (setelah dapat yang suci), berdasarkan keterangan Imam Ahmad."

Ada yang Membolehkan Jika....

Pendapat kedua, orang tersebut sholat tanpa menutup aurat, sekalipun harus telanjang, dan tidak perlu diulang. Pendapat ini dipegang oleh ulama mazhab Syafi'i.

Imam Syafi'i memberikan penjelasan dalam kitab Al Umm.

" Jika pakaiannya terkena najis, sementara dia tidak memiliki air untuk membersihkannya, maka dia shalat dengan telanjang, dan tidak perlu diulang. Dia tidak boleh shalat dengan pakaian najis sama sekali."

Sedangkan pendapat ketiga, seseorang boleh sholat dengan pakaian najisnya jika najis itu kurang dari 3/4 bagian pakaiannya.

Editor:Yovi Ansari
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww