Kecaman Terhadap Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Kian Deras

Kecaman Terhadap Pelaku Penyerangan Novel Baswedan Kian Deras
Kapolda Metro Jaya Irjen Mochammad Iriawan saat menjenguk Novel Baswedan di Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (11/4/2017). [triibunnews]
Selasa, 11 April 2017 14:44 WIB

JAKARTA - Kecaman terhadap pelaku penyiraman air keras pada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan terus disuarakan dari berbagai LSM, Ormas dan masyarakat.  Menanggapi peristiwa tersebut, Direktur LBH Pekanbaru mengatakan bahwa penyerangan yang terjadi hari ini dapat diduga kuat berkaitan dengan kasus-kasus yang sedang ditangani Novel dan KPK.

“Kami meminta pihak kepolisian bergerak cepat untuk mengusut dan menangkap pelaku penyerangan terhadap Novel selaku penyidik KPK, sehingga dapat segera diketahui motif penyerangan”, ungkap Aditia Bagus Santoso dalam rilis persnya, Selasa (11/4/2017).

Tidak hanya terhadap Novel Baswedan, Direktur LBH Pekanbaru juga meminta kepolisian untuk mendeteksi berbagai aksi teror terhadap KPK secara kelembagaan. LBH Pekanbaru dikatakan Aditia, juga meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk memperkuat KPK dan memerintahkan agar segala intimidasi kepada penyidik KPK harus di hentikan dan juga agar di tindak tegas.

“Berbagai kejadian terhadap Novel Baswedan selalu dekat dengan kasus-kasus besar yang sedang disidiknya bersama KPK. Rakyat Indonesia tidak buta dalam menilai kejadian ini.” ujar Adit.

Ads
Aditia juga meminta kepada Presiden Republik Indonesia untuk segera menginstruksikan kepada jajaran pemerintahan secara bersama-bersama memperkuat lembaga KPK dalam memberantas korupsi di republik ini.

“Kepada KPK, janganlah gentar meskipun teror terus menimpa para penyidik. KPK harus terus bangkit karena Lembaga ini lahir dari Reformasi. KPK tetap menjadi tanduk untuk membasmi dan memberantas koruptor-koruptor yang menggurita di negara ini, kita juga menghimbau kepada seluruh masyarakat, untuk tetap mendukung dan mengawal KPK.” papar Adit.

Ditambahkannya, kejadian ini bukan kali pertama menimpa Novel Baswedan. Bertubi-tubi teror menimpa Novel Baswedan. Sebelumnya Ia ditabrak mobil ketika mengendarai kendaraan roda dua menuju kantornya. Novel juga pernah dipidana karena meninggalnya tahanan saat Ia menjadi penyidik di Bengkulu.

"Berbagai kejadian yang menimpa Novel, LBH Pekanbaru menduga kuat hal tersebut merupakan bentuk intimidasi dan upaya pelemahan KPK," paparnya.

Editor:TAM
Sumber:tribunnews.com
Kategori:Ragam
wwwwww