Menjadi Bintang di Malaysia

Menjadi Bintang di Malaysia
Ilustrasi
Sabtu, 08 April 2017 09:15 WIB
Gadis itu terpana. Matanya tak pernah lepas dari lantai catwalk. Melihat satu per satu model berhijab yang hilir mudik berlenggok. Ditemani irama kental nuansa Timur Tengah.Duduk di deretan kursi terdepan, gadis berhijab itu bukan orang biasa. Gayanya modern. Jilbab model turban berwarna hitam jadi penutup rambut. Busana stylish dengan outer hitam putih. Tak lupa sapuan makeup di wajah. Sungguh cantik.

Usianya mungkin masih 20-an. Sepertinya gadis itu berkocek tebal juga. Di pangkuannya tergolek tas mahal Louis Vuitton. Sepatu high heels jadi alas kaki. Cukup tinggi. Sementara di tangan tergenggam ponsel seharga Rp 9 juta besutan Apple.

Sedari tadi, Iphone 6 itu tak lepas dari tanganya. Jemarinya sibuk memijit tombol kamera. Seperti tak mau hilang momen mengabadikan koleksi hijab dalam memori ponselnya.

Ads
" Oh my god, oh my god," Gadis itu tiba-tiba mengoceh. " Oh my God, I Love this design," ucapnya kegirangan. Klik, suara ponselnya memotret seorang model yang melintas.

Busana model itu memang sangat mewah. Dibuat dari kain tenun khas Palembang, Sumatera Selatan. Sebuah kain songket beraksen perhiasan dan batu-batu cantik kuno khas kota Palembang.

Nuansa maroon dan kuning begitu terlihat. Palet ini Dibuat sewarna tenun Palembang. Di kepala si model bertahta aksesori terbuat dari kuningan berwarna emas.

Sesekali terdengar denyit di lantai catwalk. Suara itu muncul dari belakang si model. Kain sepanjang hampir 1 meter mengekor dari balik pinggang busananya. Bertabur swarovksi yang mengkilap.

Di layang panggung, tertulis sebaris nama. Petunjuk pemilik dari busana yang sedang ditampilkan. Tertera nama Dian Pelangi.

Sejak awal, gadis berhijab itu memotret satu persatu dari 10 koleksi Dian Pelangi. Busananya seolah membius si gadis berhijab. Tak beranjak meski pagelaran itu digelar hingga pukul setengah sebelas malam.

*****

Namun decak kagum pecinta fashion itu tak berlangsung di Jakarta. Tapi di Kuala Lumpur. Di sebuah fashiol hall di Kuala Lumpur Convention Center.

Busana Dian Pelangi membius pecinta fashion muslim Kuala Lumpur, Malaysia. Di ajang Asia Islamic Fashion Show (AIFW) 2017. Event fashion show bertaraf Asia pertama di Malaysia.

Nama Dian memang kesohor dimana-mana. Tengok saja akun Instagramnya. 7,2 juta orang menjadi pengikut setiap. Sekali foto diunggah, jutaan follower itu akan langsung tahu karya desainer yang menjadi Brand Ambassador Wardah itu.

Hijab dan Dian Pelangi juga seperti bagian tak terpisah. Desainer hijab asal Pekalongan ini sudah wara-wiri di lantai catwalk dunia. Ajang Fashion Show mana yang belum disinggahi. Pecinta fashion di New York, Amerika Serikat sampai Doha, Qatar, semua sudah melihat koleksinya.

Dian juga masuk dalam jajaran 5000 tokoh paling berpengaruh dalam industri fashion dunia. Namaya masuk jajaran BOF500 dua tahun silam.

" Tentu saja saya mengenal Dian. Lewat instagram, media. Semua tentang desainnya sangat bagus, sangat kaya etnik," sanjung Melaniea, hijaber Malaysia kepada Jurnalis Dream, Irma Suryani.

Di mata Melaniea, Dian adalah sosok desainer serba bisa. Setiap desain Dian disukainya. " Saya memiliki pakaian dari koleksinya," katanya meyakinkan.

****

Dian bukan satu-satunya desainer busana muslim Indonesia yang bersinar hari itu. Siang harinya tampil dua brand busana hijab dari Indonesia. Jenahara dan Kami Idea. Memamerkan busananya bersama desainer Malaysia, Rico Rinaldi.

Kami Idea mempersembahkan kombinasi koleksi Lebaran dan spesial event ini. Tampil di Kuala Lumpur bukan barang baru buat label ini. Mereka bahkan sudah punya butik.

" Kami idea memang sudah 3 tahun ada di Malaysia," kata Candarini dari Kami Idea.

Irin, begitu wanita ini karib disapa menjelaskan Kami idea hanya mempunyai waktu dua minggu untuk untuk tampil di ajang fashion show tersebut. " Alhamdulillah antusiasme pengunjung baik," ujar Irin

Sehari sebelumnya, Jumat (30/3/2017) deretan desainer dan label Indonesia juga unjuk tampil. Sebut saja Tiara Syafrudin, Indah Ederra, Aisyah Rupnidah, Erna, Fatih, Indriya, Daradiba, Ratu Anita, Alisa dan Gita Orlin.

" Kami daftar dan ingin tahu pasar Malaysia seperti apa. ternyata mungkin kurang cocok ya, untuk syari, kebanyakan gamis yang ready to wear," tegas Olla, public relation dari Darabirra.

Menghadirkan potongan busana syari, Darabirra masih bermain dengan nuansa palet pastel berwarna biru putih. Koleksi busana ini cocok untuk dipakai saat Hari Raya Idul Fitri nanti.

Beda lagi dengan busana yang diusung Gita Orlin. Desainer cantik ini memamerkan karya teranyarnya untuk busana pesta.

Nuansa ungu pada dress berpotongan A-line memberikan kesan feminin pada tampilan koleksi Gita.

Aksen kotak-kotak di bagian tangan terlihat pada busana Gita yang dipamerkan pada pekan AIFW 2017. Hampir semua look yang ditampilkam Gita Orlin berwarna pastel yang menyejukkan mata

Busana hijab Indonesia memang tersohor di Negeri Jiran itu. Bukan cuma penikmat hijab. Para desainer memuji karya busana muslimah Nusantara.

Dengar saja pengakuan Shazrina bin Azman. Selebriti dan desainer Malaysia dengan nama tenar Mizz Nina. " Busana hijab sedang berkembang dan kami belajar banyak dari desainer Indonesia," kata Nina.

Selama sepakan, mata pecinta Malaysia memang dimanjakan dengan ragam busana hijab cantik. Dan catwalk AIFW 2017 seolah menjadi panggung para desainer hijab Indonesia. Menjadi bintang di negeri Malaysia.

Editor:Yovi Ansari
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww