Berapa Lama Batas Seorang Suami Berjauhan dengan Istrinya?

Berapa Lama Batas Seorang Suami Berjauhan dengan Istrinya?
Ilustrasi
Jum'at, 07 April 2017 11:53 WIB
Pernikahan dalam Islam bukan hanya pengaturan soal keuangan dan fisik. Lebih dari itu, pernikahan adalah kontrak suci anugerah dari Allah SWT untuk bisa hidup bahagia, menyenangkan dan meneruskan garis keturunan.

Tujuan utama dari pernikahan dalam Islam adalah realisasi dari ketenangan dan rahmat antara pasangan. Untuk pencapaian tujuan tertinggi ini, Islam mendefinisikan tugas dan hak untuk suami dan istri dengan kadar tertentu.

Dan para suami-istri harus berusaha berkomitmen menunaikan tugasnya masing-masing dalam memenuhi hak pasangannya.

Lantas bagaimana jika kasusnya, setelah menikah satu pasangan terpaksa harus hidup dalam kondisi berjauhan satu sama lain? Bagaimana Islam memandang kasus semacam ini?

Batas Maksimal

Ulama muslim terkemuka, Dr Su'aad Salih, Profesor Fiqh di Universitas Al-Azhar menyatakan bahwa:

" Batas maksimum suami diperbolehkan untuk berada jauh dari istrinya hanyalah empat bulan, atau enam bulan sesuai dengan pandangan para ulama Hambali. Ini adalah periode maksimum, utamanya untuk para istri dapat bertahan ketika berpisah dari suaminya."

Pada zaman Khalifah Umar bin Khatthab Radhiyallaahu 'Anhu pernah terjadi kisah yang menggambarkan derita seorang istri yang merindukan sentuhan suaminya, sementara suaminya sedang tidak berada di sisinya karena tengah mengemban tugas berjihad di medan perang.

Diriwayatkan suatu malam Khalifah Umar bin Khatthab Radhiyallaahu 'Anhu tengah melakukan perjalanan keliling Madinah yang mana hal demikian sering dilakukannya semenjak ia menjabat khalifah. Ketika melintasi suatu rumah yang terkunci, sekonyong-konyong Umar bin Khatthab Radhiyallaahu 'Anhu mendengar seorang perempuan Arab berkata.

Ads
Editor:Yovi Ansari
Sumber:dream.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww