Jimly: Ketum Parpol tidak Ideal Pimpin DPD

Jimly: Ketum Parpol tidak Ideal Pimpin DPD
Jimly Asshidiqie [MediaIndonesia]
Rabu, 05 April 2017 23:36 WIB

JAKARTA - Ketua Dewan Kehormatan Penyelanggara Pemilihan Umum (DKPP) Jimly Asshidiqie ikut mengomentari terpilihnya Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Ia menilai rangkap jabatan OSO tidak ideal.

Sebelum menjabat sebagai Ketua DPD, OSO juga Ketua Umum Partai Hanura. Hal ini, kata Jimly, bukan sesuatu yang ideal bagi pimpinan lembaga negara. "Itu tidak ideal, tapi undang-undang tidak melarang," kata Jimly saat ditemui di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Rabu (5/4/2017).

Namun begitu, Jimly sadar betul kini DPD banyak diisi oleh kader partai politik. Apalagi, mereka yang membuat undang-undang juga bagian dari parpol. Menurut dia, seharusnya, pimpinan DPD bukan kader partai politik. Hal ini agar anggota DPD yang tak punya partai politik mendapatkan kesempatan memimpin DPD.

"Paling ideal harusnya jangan orang partai supaya kebagian orang yang tidak punya partai. Maunya orang partai diambil semua," jelasnya.

Kendati begitu, jabatan OSO sebagai Ketua DPD disebut sudah sah secara hukum. Pasalnya, OSO sudah diambil sumpah jabatan oleh Wakil Ketua Mahkamah Agung (MA) Suwardi. "Saya tidak mau ikut campur, pelantikan dihadiri MA enggak? Berarti secara implisit mengakui (MA) kalau itu sudah benar. Putusan MA alhamdulillah dilaksanakan," tegasnya.

OSO resmi dilantik sebagai Ketua DPD RI periode 2017-2019 pada Selasa (4/4/2017) malam setelah sempat tertunda beberapa jam. Pelantikan OSO yang juga Ketua Umum Partai Hanura itu disambut pro dan kontra.

OSO mafhum pelantikannya tidak mulus. OSO yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua MPR itu siap melepas jabatannya jika memang diperlukan.

"Kalau sekarang saya menerima ini atas keinginan senator-senator. Kalau besok enggak jadi (batal), rapat pleno paripurna begini lagi, saya akan mundur. Kenapa mesti pusing sih," tegas OSO.
Ads
Editor:TAM
Sumber:mediaindonesia.com
Kategori:Ragam
wwwwww