Wapres Protes AS karena Sebut Indonesia Curang dalam Berdagang

Wapres Protes AS karena Sebut Indonesia Curang dalam Berdagang
Wakil Presiden, Jusuf Kalla [Tribunnews]
Selasa, 04 April 2017 22:42 WIB

JAKARTA - Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla menyampaikan protes kepada Pemerintah Amerika Serikat yang menuduh Indonesia curang dalam melaksanakan perdagangan bilateral. Pemerintah AS juga diminta untuk introspeksi diri atas nilai perdagangannya yang defisit terhadap RI.

"Trump mengatakan kita curang karena menyebabkan defisit, banyak negara yang defisit, tapi namanya perdagangan itu fair, kalau terjadi begitu Amerika harus introspeksi, kenapa kita kurang mengimpor barang dari Amerika, karena mereka mahal," kata JK dalam konferensi pers di Auditorium Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (4/4/2017).

Pada Senin (3/4/2017), Kementerian Dalam Negeri AS mengeluarkan daftar 16 negara yang dirasa memiliki hubungan perdagangan tidak seimbang dengan Negeri Paman Sam tersebut. Indonesia berada di nomor urut 15 dengan surplus perdagangan sebesar US$13 miliar terhadap Amerika Serikat.

"Dari 16 negara itu kita 15 itu biasa saja sebenarnya, ekspor kita ke Amerika 'kan di samping dulu ada 'oil and gas' sekarang ada garmen, alas sepatu dan ada juga mesin-mesin, sementara yang kita impor pesawat (Boeing), mesin-mesin, alat listrik, dan lain-lain," kata dia.

Ads
Oleh karena itu, Wapres menilai perdagangan bilateral Indonesia dengan AS terbuka dan tidak ada kecurangan, karena mereka juga defisit juga terhadap negara-negara lain. "Dia tidak bisa mengatakan kalau Indonesia curang. Curang kenapa? kita tidak pernah paksa 'kan untuk beli barang Indonesia, tapi karena barang Indonesia baik dan murah, jadi mereka beli," ucap Wapres, menegaskan.

Dalam daftar tersebut, perdagangan AS defisit paling besar terhadap China sebesar US$347 miliar diikuti berturut-turut Jepang, Jerman, Meksiko, Irlandia, Vietnam, Italia, Korea Selatan, Malaysia, India, Thailand, Prancis, Swiss, dan Taiwan.

Adapun di bawah Indonesia atau nomor urut 16 adalah Kanada dengan surplus sebesar US$11 miliar.

Editor:TAM
Kategori:Ragam
wwwwww