Agama Adalah Nasihat

Agama Adalah Nasihat
Ustaz Abdurrahman Yusuf
Jum'at, 05 Mei 2017 09:11 WIB
Penulis: Ustaz Abdurrahman Yusuf

Ustaz Abdurrahman Yusuf

Dari Abu Ruqayyah Tamiim bin Aus Ad Daari ra Ia berkata Rasulullah Saw bersabda: Agama itu adalah Nasehat , kami bertanya: untuk Siapa?, Beliau Saw bersabda:“Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nya, para pemimpin umat Islam, dan bagi seluruh kaum muslimin”.(HR: Muslim – Abu Daud – an-Nisa’i)

Hadits ini bagian dari jawaami’ul kalim(singkat tapi sarat makna), yang menjadi khas bagi Rasulullah Saw dalam memberikan taujihnya. Kalimat, Agama adalah Nasehatmaksudnya adalah sebagai tiang dan penopang agama. Imam an-Nawawy memberikan penjelasan tentang tafsir hadits ini sebagai berikut:

Nasihat untuk Allah, maksudnya beriman semata-mata kepada-Nya. Menjauhkan diri dari syirik dan sikap ingkar terhadap asma dan sifat-Nya yang agung, mensucikan-Nya dari segala sifat kekurangan. Menaati-Nya, menjauhkan diri dari perbuatan dosa, mencintai dan membenci sesuatu semata karena-Nya, berjihad menghadapi orang-orang kafir, mengakui dan bersyukur atas segala nikmat-Nya.

Berlaku ikhlas dalam segala urusan, mengajak melakukan segala kebaikan, menganjurkan orang berbuat kebaikan, mencegah manusi dari kemungkaran, bersikap lemah lembut kepada sesama manusia. Al- Khathabi berkata: “Secara prinsip, sifat-sifat baiktersebut, kebaikannya kembali kepada pelakunya sendiri, karena Allah tidak memerlukan kebaikan dari siapapun”.

Nasihat untuk kitab-Nya,maksudnya beriman kepada wahyu Allah SWTyang diturunkan-Nya firman-firman itu kepada para Rasul-Nya. Mengakui bahwa itu semua tidak sama dengan perkataan manusia dan tidak pula dapat dibandingkan dengan perkataan siapapun, kemudian menghormati firman Allah.

Membacanya dengan sungguh-sungguh, melafazhkan dengan baik dengan sikap rendah hati dalam membacanya, menjaganya dari takwilan orang-orang yang menyimpang, membenarkan segala isinya.

Mengikuti hukum-hukumnya, memahami berbagai macam ilmunya dan kalimat-kalimat perumpamaannya, mengambilnya sebagai pelajaran, merenungkan segala keajaibannya, mengamalkan dan menerima apa adanya tentang ayat-ayat mutasyabih,mengkaji ayat-ayat yang bersifat umum, dan mengajak manusia pada hal­-hal sebagaimana tersebut diatas dan mengimani Kitabullah.

Nasihat untuk Rasul-Nya,maksudnya membenarkan ajaran-ajarannya, mengimani semua yang dibawanya, menaati perintah dan larangannya, membelanya semasa hidup maupun setelah wafat, melawan para musuhnya, membela para pengikutnya, menghormati hak-haknya, memuliakannya, menghidupkan sunnahnya, mengikuti seruannya, menyebarluaskan tuntunannya, tidak menuduhnya melakukan hal yang tidak baik, menyebarluaskan ilmunya dan memahami segala arti dari ilmu-­ilmunya dan mengajak manusia pada ajarannya, berlaku santun dalam mengajarkannya, mengagungkannya dan berlaku baik ketika membaca sunnah-­sunnahnya, memuliakan para pengikut sunnahnya, meniru akhlak dan kesopanannya, mencintai keluarganya, para sahabatnya, meninggalkan orang yang melakukan perkara bid’ah dan orang yang tidak mengakui salah satu sahabatnya dan lain sebagainya.

Nasihat untuk para pemimpin umat islam,maksudnya menolong mereka dalam kebenaran, menaati perintah mereka dan memperingatkan kesalahan mereka dengan lemah lembut, memberitahu mereka jika mereka lupa, memberitahu mereka apa yang menjadi hak kaum muslimin, mempersatukan hati umat untuk taat kepada mereka (tidak untuk maksiat kepada Allah dan Rasul-Nya), dan makmum shalat dibelakang mereka, berjihad bersama mereka dan mendo’akan mereka agar mereka mendapatkan kebaikan.

Nasihat untuk seluruh kaum muslim,maksudnya memberikan bimbingan kepada mereka apa yang dapat memberikan kebaikan bagi merela dalam urusan dunia dan akhirat, memberikan bantuan kepada mereka, menutup aib dan cacat mereka, menghindarkan diri dari hal-hal yang membahayakan dan mengusahakan kebaikan bagi mereka, menyuruh mereka berbuat ma’ruf dan mencegah mereka berbuat kemungkaran dengan sikap santun, ikhlas dan kasih sayang kepada mereka, memuliakan yang tua dan menyayangi yang muda, memberikan nasihat yang baik kepada mereka, menjauhi kebencian dan kedengkian, mencintai sesuatu yang menjadi hak mereka seperti mencintai sesuatu yang menjadi hak miliknya sendiri, tidak menyukai sesuatu yang tidak mereka sukai sebagaimana dia sendiri tidak menyukainya, melindungi harta dan kehormatan mereka dan sebagainya baik dengan ucapan maupun perbuatan serta menganjurkan kepada mereka menerapkan perilaku­perilaku tersebut diatas.

Memberinasihatmerupakankewajiban setiap muslim terhadap muslim yang lainnya, dengan kata lain ia adalah hak seorang muslim dari muslim yang lainnya. Dan diantara adab dalam memberi nasihat ialah, hendaklah seorang muslim menasihati saudaranya ketika dalam kesendiriannya. Karena barangsiapa yang menutupi aib dan kekurangan saudaranya, maka Allah SWT akan menutupi kekurangannya diakhirat nanti. Sebuah petuah ulama mengungkapkan; Barangsiapa yang memberikan nasihat terhadap saudaranya yang hanya dia dan dirinya yang tahu, maka itulah nasihat, dan barangsiapa memberikan nasihat ditengah-tengah manusia, maka itu adalah mencelanya.

Allah SWT berfirman: “Telah dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam, yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan mungkar yang mereka perbuat, sungguh amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu”. (QS: Al-Maidah, 78-79).

Ustaz Abdurrahman Yusuf adalah Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Syaikh Rasyid Al Mukhlishin, di Kutablang, Kota Lhokseumawe.


adalah Pimpinan Pesantren Tahfidzul Quran Syaikh Rasyid Al Mukhlishin, di Kutablang, Kota Lhokseumawe. - See more at: https://www.goaceh.co/artikel/opini/2017/04/11/hadits-6-halal-dan-haram#sthash.YzqSSYPm.dpuf


 

Ads
Kategori:Opini
wwwwww