Selamat Datang Abusyiek

Selamat Datang Abusyiek
Ilustrasi
Senin, 10 April 2017 19:30 WIB
Penulis: Muhammad Syawal

Muhammad Syawal

TERHITUNG mulai tanggal 7 April 2017, pasangan Roni Ahmad (Abusyik) dan Fadlullah TM Daud, resmi ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Pidie untuk periode 2017-2022 mendatang. Abusyiek merupakan salah satu dari beberapa mantan kombatan GAM yang maju dan menang dalam pemilihan kepala daerah langsung (pilkada) 2017 melalui jalur independen.

Menarik sekali melihat perjuangan Abusyiek dalam menggapai singgasana Pidie. Layaknya sebuah pertunjukan yang menyajikan drama dengan rasa yang campur aduk namun endingnya adalah bahagia.

Seperti yang kita tahu bersama, sejak dari awal mendaftar sebagai kandidat calon bupati Pidie dan wakil bupati pidie, pasangan Abusyiek sudah dilanda oleh berita miring yang bisa dipastikan saat itu sangatlah menyudutkan dan merugikan Abusyiek. Mulai dari permasalahan administrasinya (ijazah) sampai dengan namanya Abusyiek. Bahkan, sampai dengan telah menang pun pasangan Abusyiek belum bisa duduk tenang. Hal ini karena rivalnya dalam pentas pilkada, Sarjani-Iriawan (calon yang diusung partai Aceh), tidak menerima hasil pilkada dan mengugat kemenangan Abusyiek ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Namun apalah daya dan apa hendak dikata. Nun jauh d isana, nama Abusyiek telah tertulis di lauh mahfuzh sebagai bupati Pidie untuk periode 2017-2022 mendatang. Gugatan pasangan Sarjani-Iriawan pun gugur di meja MK. Dan, Abusyiek sah menjadi pasangan yang memenangkan pilkada dengan perolehan suara 48 persen lebih.
Kemenangan Abusyiek tentunya membuat kita (warga Pidie) memiliki dan dapat menggantungkan harapan baru. Penulis yakin melalui slogannya (gle, blang dan laot), pasangan kupiah merah ini ingin berkonsentrasi pada tiga sektor tersebut guna membangun Pidie yang lebih maju.

Ads
Menurut penulis terdapat beberapa sektor lainnya yang tak boleh luput dari pandangan dan mesti dibenahi oleh pasangan Abusyiek. Pertama, berkenaan dengan tata ruang kota. Kota Sigli sebagai ibu kota Kabupaten Pidie sepertinya perlu campur tangan Abusyiek agar menjadi kota yang lebih indah dan lebih hidup. Pantai laut Sigli (di depan pendopo) juga perlu “dipoles” agar lebih indah dan memesona. Perlu dimaksimalkan potensi wisatanya agar warga Pidie dapat menikmati keindahan pantai laot Sigli. Sehingga warga Pidie dapat menghabiskan waktu akhir pekannya baik untuk melepaskan penat selepas lelah bekerja, atau mencari ketenangan jiwa di laot Sigli.

Kedua, pendidikan. Seperti kata Plato, pendidikan adalah hal mendasar dan sangat perlu bagi setiap warga negara baik selaku individu maupun warga negara. Negara wajib memastikan pendidikan bagi warganya. Dalam konteks ini, Abusyiek harus lebih inovatif dalam menginisiasi kemajuan pendidikan bagi warga Pidie. Karena melalui pendidikan, akan tercipta manusia-manusia pekerja keras, ulet, dan berpikir maju.

Salah satu hal yang sangat insidental dalam bidang pendidikan di Pidie adalah penegerian kampus Universitas Jabal Ghafur (Unigha). Unigha merupakan kampus swasta tertua di Aceh. Unigha telah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berkonstribusi bagi pembangunan Aceh dan khususnya, Pidie. Pasangan Abusyiek harus mampu mewujudkan kembali impian warga yang selama ini tergantung untuk penegerian Unigha. Penulis yakin, akan menjadi sebuah prestasi besar jika pasangan Abusyiek mampu menegerikan Unigha dalam masa jabatannya.

Dan, ketiga, bidang sepak bola. Sudah menjadi rahasia umum bahwa di bidang olahraga khususnya pesepakbolaan Pidie sedang mengalami mati suri. Hidup segan mati pun tak mau. Klub kebanggaan warga Pidie PSAP tidak pernah lagi bersua dan menunjukkan taringnya pada kompetisi yang berkelas. Pasangan Abusyiek harus mampu menghidupkan lagi pesepakbolaan Pidie agar warga Pidie dapat berbangga akan klub sepak bola daerahnya. Sehingga warga Pidie tidak hanya menjadi pengagum klub-klub bola luar daerah atau  luar negeri yang terkadang namanya saja susah dilafalkan.

Lebih lanjut, dalam konteks yang lebih luas, sebagai kepala daerah baru Abusyiek harus berani berbuat lebih dan bekerja keras demi menggenjot pembangunan bagi pidie yang lebi cemerlang. Abusyiek juga harus pandai  dan cermat dalam menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja agar berkurangnya pengangguran di Pidie.  Sektor (gle, blang dan laot) harus benar-benar mampu dimaksimalkan pasangan Abusyiek dalam membangun Pidie.

Dan, akhir kata, sebagai warga Pidie, penulis mengucapkan krue seumangat dan selamat datang kepada pasangan Roni Ahmad (Abusyiek) dan Fadlullah TM Daud, yang telah ditetapkan sebagai bupati dan wakil bupati Pidie untuk periode 2017-2022 mendatang. Semoga di masa pemerintahan Abusyiek ke depan, negeri bekas kerajaan Pedir ini akan menjadi daerah yang lebih maju dan bermartabat. Amin.

Muhammad Syawal, pengajar pada sekolah Sukma Bangsa Pidie, Aceh

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Opini
wwwwww