Realisasi Tarbiyah Dalam Bingkai Syariat

Realisasi Tarbiyah Dalam Bingkai Syariat
Ilustrasi
Minggu, 09 April 2017 07:45 WIB
Penulis: Iswadi Arsyad Laweung
DALAM lintasan sejarah Islam pendidikan mempunyai peranan penting dalam penyebarqn dakwah. Aceh sebagai  daerah yang telah dideklarasikan syariat Islam dan satu-satunya provinsi di Indonesia yang mendapatkan legitimasi untuk menerapkan syariat Islam dalam pelaksanaan kehidupan sehari-hari.Realita dalam masyarakat terlihat  dunia tarbiyah di Aceh khususnya pendidikan formal seperti kurang realisasi dalam merespons syariat Islam untuk direduksikan dalam kurikulum berbasis syariat Islam.

Sistem pendidikan Islami dipandang sesuai dengan falsafah hidup dan nilai sosial masyarakat Aceh pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya. Pendidikan Islami bukan hanya sekadar berisi ilmu pengetahuan atau mata pelajaran agama Islam, tetapi lebih dari itu, dia menyangkut implementasi nilai-nilai Islam dalam kehidupan sekolah. Sehingga budaya islami menjadi inti dari kebudayaan sekolah (school culture) dan menjadi ruh dalam proses penyelenggaraan pendidikan di sekolah.
 
Realisasi nilai islami tercermin dalam visi, misi, tujuan, kurikulum, interaksi sosial antara warga sekolah, dan suasana kelas. selain itu terlihat dalam suasana asrama, suasana lingkungan sekolah serta dalam berbagai aturan dan kebiasaan sekolah.

Pendidikan Aceh yang islami merupakan konsep ideal bagi Aceh untuk menyiapkan peserta didik atau lulusan pendidikan yang berilmu dan berkepribadian islami sebagaimana menjadi core value dari tujuan pendidikan nasional dan visi strategis pendidikan Aceh.

Namun harapan masyarakat yang dipundakkan kepada pemerintah baik eksekutif maupun legislatif sepertinya belum mampu mewujudkan lebih real implementasi sistem dan kurikulum yang mampu melahirkan sebuah pendidikan berbasis nilai syariat.

Dalam perspektif Ahmad Tafsir (2010) mengungkapkan bahwa pendidikan islami adalah pendidikan yang berdasarkan pada nilai-nilai Islam, pendidikan yang teori-teori dan prakteknya disusun berdasarkan Alquran dan hadis. Dalam mewujudkan pendidikan islami perlu ada usaha, kegiatan, cara, alat dan lingkungan hidup yang menunjang keberhasilannya yang dapat membentuk kepribadian muslim yang islami (Nasir Budiman, 2000).

Sedangkan tujuan pendidikan dalam Islam adalah untuk membimbing perkembangan peserta didik secara optimal agar mengabdi kepada Allah SWT dan untuk membentuk manusia sebagai pribadi yang bermoral, jujur, bersih dan disiplin (Jamal, 2005).

Pendidikan islami semestinya menjadi agenda utama dalam proses penerapan syariat Islam di Aceh. Sebab, tidak diragukan lagi bahwa hanya dengan pendidikan Islami yang komprehensif pintu gerbang kebangkitan Islam dan umatnya dapat dikembangkan, dan hanya dengan nilai-nilai pendidikan islami cita-cita syariat Islam yang kaffah di Aceh sangat mungkin untuk diwujudkan.

Pendidikan islami (islamic education) merupakan suatu sistem pendidikan yang menjadi komitmen pemerintah dan masyarakat Aceh untuk dikembangkan dalam praktik pendidikan di Aceh. Karena sistem pendidikan islami dipandang sesuai dengan falsafah hidup dan nilai sosial masyarakat Aceh pada khususnya dan bangsa Indonesia pada umumnya.

Praktek pendidikan, termasuk pendidikan agama di Aceh selama ini, masih berorientasi kepada proses mengejar dan menghimpun informasi keilmuan sebanyak mungkin. Namun melupakan aspek pendidikan yang fundamental, yaitu bagaimana melahirkan generasi yang mampu menjalani hidup dan kehidupan dengan seutuhnya bersandar kepada nilai-nilai ilahiyah.

Fenomena ini sangat relevan dengan apa yang diungkapkan Muhaimin bahwa dewasa ini pendidikan agama di sekolah sering dianggap kurang berhasil dalam menggarap sikap dan perilaku keberagamaan peserta didik serta membangun moral dan etika bangsa.

Berangkat dari itu, kapan Aceh mampu mengimplentasikan kurikulum dan sistem pendidikan islam. Pendidikan yang mampu melahirkan generasi qurani yang berkarakterk akhlakul karimah dan beriptek dalam menjawab tantangan zaman di era globalisasi ini menuju hari esok yang  indah dan baik.



Iswadi Arsyad Laweung, Guru Dayah MUDI Masjid Raya Samalanga dan pemerhati masalah agama serta sosial politik masyarakat.

Ads
Editor:Zainal Bakri
Kategori:Opini
wwwwww