Rajab dalam Perspektif Sejarah

Rajab dalam Perspektif Sejarah
Ilustrasi
Sabtu, 01 April 2017 07:29 WIB
Penulis: Mujlis Hasan

Mujlis Hasan

Saat ini tanpa terasa kita berada dalam bulan agung dan mulia. Bulan Rajab namanya. Rajab dalam etimilogi (bahasa) merupakan rangkaian asalnya tarjib bermakna pengagungan.

Bulan Rajab itu memiliki banyak kelebihan dan kemuliaan di dalamnya sehingga Rajab itu di kenal bulan Allah dan ini sebagaimana disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW berbunyi: Rajab adalah bulan Allah, Sya’ban bulanku, dan Ramadhan bulan umatku.

Bulan Rajab itu bulan yang spesifik. Bentuk spesifiknya ini dapat dilihat dari rangkaian kata Rajab yang tersusun  dari tiga huruf berakronim, Ra, Jim dan Ba serta ketiga huruf itu ada maksud dan pengertian tersendiri.

Pertama huruf Ra'  sebagai huruf pertama mengandung pengertian sebagai kalimah rahmatullah (rahmat Allah), menunjukkan dalam bulan rajab itu banyak sekali terdapat rahmat Allah SWT yang tidak terhitung jumlahnya.

Ads
Kedua huruf  Jim yang merupakan  dari kalimah  jinayatul-'abd  (kesalahan hamba Allah), menunjukkan pada bulan rajab Allah SWT menjadikan rajab ini sebagai bulan di ampunkan dosa hamba dengan berbagai bentuk usaha hamba untuk meminta magfirah (ampunan) kepada Allah untuk dihapuskan segala kesalahan dan dosa.

Ketiga huruf Ba' sebagai kalimah  birrullah  (kebajikan Allah). Di bulan ini sangat banyak kebaikan Allah SWT dilimpahkan kepada hamba-Nya, namun peluang dan kesempatan berharga itu hendaknya dapat dipergunakan untuk meraih birrullah dan direalisasikan.

Di samping banyak kelebihan, bulan Rajab itu mempunyai juga banyak nama lain di antaranya bulan Rajab disebut juga  dengan  nama Al-Summun artinya tuli. Interpretasi dari tuli itu dalam pengertiannya tidak dapat mendengar bunyi senjata. Hal ini sebabkan selama bulan Rajab peperangan diharamkan.

Paparan tersebut sejalan dengan firman Allah Swt dalam QS. At-Taubah (9): 36 Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan; dalam ketetapan Allah, sejak hari Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan yang dihormati. Demikian itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu (dalam bulan yang empat itu)……”

Bulan Rajab juga dikenal sebagai bulan pencurahan. Ini dimaksudkan Allah SWT mencurahkan segala rahmat-Nya kepada mereka yang ingin membersihkan dirinya dari dosa dan kesalahan (mutawwabin). Bahkan pada bulan Rajab mengalir cahaya-cahaya penerimaan atas amal seseorang.

Para ulama juga menyebutkan Rajab itu merupakan nama sungai di surga, airnya lebih putih dibanding susu, manisnya melebihi manis madu, dinginnya lebih dingin dibanding es. Tidak akan ada yang meminumnya, kecuali orang yang berpuasa pada bulan Rajab.

Beranjak dari itu hendaknya kesegala kelebihan dan kemuliaan bulan Syahrullah (bulan Rajab) tidak kita sia-siakan untuk berubudiyah kepada Allah SWT.

Wallahu Musta'an

*Mujlis Hasan adalah Dewan Guru Dayah Darul Munawwarah Kuta Krueng, Pidie Jaya

Editor:Zainal Bakri
Kategori:Opini
wwwwww